Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Capital Gain?

Investasi bertujuan sebagai sarana untuk mendapatkan sejumlah cadangan dana di masa yang akan datang. Cadangan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan. Tentu kita berharap, apa yang telah kita investasikan mengalami kenaikan ketika kita menjualnya. Inilah yang kemudian melahirkan istilah capital gain.

Memang capital gain populer dalam bidang investasi saham yang kerap dibedakan dengan deviden. Tetapi sebenarnya, capital gain tidak hanya terjadi bila kita investasi saham saja. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas mendalam apa itu capital gain.

Pengertian Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang bisa dihasilkan dari berbagai sumber aset. Bisa berupa penjualan aset modal, saham, obligasi, hingga real estate. Capital gain atau keuntungan modal dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang (lebih dari satu tahun).

Keuntungan capital gain didapat dari selisih antara harga jual yang lebih tinggi dengan harga beli yang lebih rendah. Dalam keuangan, capital gain secara umum mengacu pada perolehan modal yang telah direalisasikan.

Apabila harga jualnya lebih tinggi dari harga beli, maka menghasilkan keuntungan modal atau capital gain. Sebaliknya akan terjadi kerugian modal atau capital loss jika harga jualnya lebih rendah.

Tercapainya capital gain sangat disukai investor. Tetapi perlu diingat bahwa keuntungan modal ini hanya akan tercapai apabila aset yang dimaksud seperti reksa dana, saham, properti, dan sebagainya telah dijual. Jika masih menguasai aset tersebut, maka belum berarti capital gain telah tercapai. Meskipun harga jualnya lebih tinggi dari harga belinya.

Sama seperti capital gain, Capital loss juga tidak terjadi bila aset tidak dijual alias masih dikuasai.

  • Contoh Capital Gain dalam Jual Beli Saham

Misalnya seseorang telah membeli 100 saham dengan harga per lembar Rp 1.000.000 sehingga total keseluruhan Rp 100.000.000. Setelah beberapa waktu, saham tersebut naik nilainya menjadi Rp 1.300.000 dengan total seluruh harga saham Rp 130.000.000. Keuntungan yang dihasilkan adalah Rp 130.000.000 – Rp 100.000.000 = Rp 30.000.000. Keuntungan tersebut disebut sebagai capital gain.

Kasus kedua, dapat berubah sebaliknya. Capital loss atau kerugian modal dapat terjadi setelah satu tahun orang tersebut malah menjual sahamnya dengan harga Rp 800.000 per lembarnya. Total yang dihasilkan dari penjualan saham Rp 80.000.000. Sehingga hal ini akan menimbulkan kerugian sbesar Rp 100.000.000 – Rp 80.000.000 = Rp 20.000.000.

Yang perlu diperhatikan, capital gain atau capital loss tidak akan terjadi bila saham yang dimiliki tidak dijual.

  • Contoh Capital Gain dalam Jual Beli Properti

Pak Hartono membeli apartemen pada tahun 2010 dengan harga Rp 2 miliar. Apartemen tersebut ditempati sampai tahun 2015 (selama 5 tahun). Keduanya harus pindah sehingga memutuskan untuk menjualnya seharga Rp 3 miliar.

Tetapi sebelum menjual, Pak Hartono harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 200 juta. Guna biaya tersebut untuk perawatan, sewa agen apartemen, serta urusan pengacara.

Capital gain yang diperoleh Pak Hartono adalah: Rp 3.000.000.000 – Rp 2.000.000.000 – Rp 200.000.000 = Rp 800.000.000

Dapat disimpulkan bahwa capital gain yang didapatkan Pak Hartono sebesar Rp 800 juta dari hasil penjualan apartemen. Capital gain hanya bisa dihitung apabila apartemen sudah benar-benar laku terjual. Apabila masih dalam tahap penawaran, nilai yang dihasilkan belum dianggap sebagai keuntungan modal (capital gain).

Jenis-jenis Capital Gain

Capital gain secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis. Yakni capital gain jangka pendek dan panjang. Berikut ulasan selengkapnya.

  1. Capital Gain Jangka Pendek

Capital gain jangka pendek merupakan keuntungan yang didapat apabila suatu aset dijual dalam kurun waktu 36 bulan pasca akuisisi. Misalnya ada properti yang dijual dalam kurun waktu 20 bulan pasca pembelian. Properti tersebut baik rumah, tanah, atau rumah kantor akan mendapatkan capital gain jangka pendek.

Kepemilikan dalam kasus aset akan berbeda-beda. Misalnya untuk reksa dana dan saham yang tercatat. Capital gain jangka pendek bisa saja terjadi ketika aset dijual pada saat sudah ditahan selama 1 tahun.

  1. Capital Gain Jangka Panjang

Capital gain jangka panjang merupakan kebalikan dari capital gain jangka pendek. Keuntungan modal yang diperoleh ketika penjualan aset terjadi dalam waktu di atas 36 bulan pasca pembelian. Jangka waktu penyimpanan aset properti satu ini tidak dapat diubah menjadi 24 bulan.

Capital gain jangka panjang tidak berlaku untuk beberapa jenis aset. Seperti reksa dana, perhiasan, serta aset bergerak yang orientasinya pada utang. Selain itu, beberapa aset juga kerap dianggap sebagai modal jangka pendek apabila masa kepemilikannya kurang dari 12 bulan. Berikut beberapa contohnya.

    • Saham ekuitas dari organisasi yang terdaftar pada BEI
    • Sekuritas seperti surat utang, obligasi, dan lain-lain yang sudah terdafatar pada bursa saham.
    • Capital gain pada reksa dana yang memiliki orientasi ekuitas
    • Obligasi yang terdaftar pada bursa efek.

Semua aset tersebut dapat dianggap sebagai modal jangka panjang apabila telah dimiliki selama 12 bulan lebih. Tetapi dalam beberapa kasus seperti memperoleh warisan atau hadiah, periode kepemilikan aset dipertimbangkan. Untuk saham bonus, jangka waktu kepemilikannya juga dapat dihitung sejak tanggal penjatahan didapat.

Perbedaan Capital Gain dan Dividen

Dalam dunia investasi, ada beberapa hal yang bisa menjadi pembeda kuat antara dividen serta capital gain. Hal ini wajib dipahami oleh investor. Perbedaan yang tidak diketahui ini menyebabkan seseorang tidak mengetahui apa yang akan dilakukannnya pada investasi miliknya. Berikut beberapa perbedaan antara capital gain dan dividen.

  • Capital gain merupakan keuntungan yang terealisasikan pasca menjual aset jangka panjang. Sementara dividen merupakan pendapatan yang diperoleh dari keuntungan perusahaan untuk pemangku-pemangku kepentingan.
  • Terjadinya capital gain memerlukan konversi saham atau aset menjadi uang tunai. Sementara dalam dividen tidak diperlukan hal tersebut selagi dapat memberikan pendapatan yang berkala dan stabil.
  • Penerima keuntungan modal terbatas pada pemilik maupun investor. Umumnya sedikit sekali jumlah penerimanya. Tetapi pada dividen, banyak yang menerimanya. Bahkan jumlahnya bisa mencapai ribuan, tergantung pada jumlah saham yang hendak dikeluarkan.
  • Capital gan dikenakan pajak berda-beda nilainya. Ada yang jangka panjang, ada yang sebaliknya. Sementara dividen biasanya dikenai tarif tetap antara 10-15%.
  • Capital gain umumnya terjadi sekali seumur hidup dari investasi tersebut. Sedangkan dividen bisa dibagikan setiap tahun, tergantung pada bagaimana kebijakan pengambil keputusan dan manajemen perusahaan.
  • Jumlah capital gain umumnya cenderung meningkat. Sebab aset yang digunakan sifatnya jangka panjang sehingga mudah dipengaruhi berbagai faktor. Sementara dividen jumlahnya tidak menentu serta tergantung pada kinerja dan keputusan perusahaan.
  • Keputusan untuk merealisasikan capital gain berada di tangan investor atau pemilik. Tetapi untuk pemegang saham tidak dapat mengontrol waktu serta jumlah dividen yang dibagikan.
  • Dalam hal honorarium, capital gain tidak menawarkan berbagai tambahan lagi. Kecuali dari fluktuasi keuntungan. Sedangkan pada dividen akan ada banyak penawaran lebih. Misalnya dalam bonus, pemecahan saham, dan masih banyak lagi.

Hal-Hal yang Berkaitan dengan Capital Gain

Setelah mengetahui apa definisi dari capital gain beserta ketentuannya, belum lengkap tanpa tahu apa saja hal-hal yang berkaitan denganya. Berikut ini beberapa ulasan yang bisa Anda ketahui.

  1. Waktu adalah Hal Penting

Dalam capital gain, waktu merupakan hal penting dan menjadi kunci utama. Semakin lama aset dimiliki, potensi kenaikan harganya akan semakin tinggi. Apalagi jika seorang investor senang dengan jual-beli aset.

Tetapi biaya administrasinya juga perlu diperhatikan. Biaya administrasi merupakan beban yang akan muncul ketika jual beli sehingga dapat menurunkan potensi capital gain.

  1. Rumah dan Capital Gain

Kepemilikan rumah di Indonesia masih terhitung tinggi. Dalam beberapa dekade ke depan, capital gain yang tercipta dari sektor perumahan akan semakin tinggi. Sampai saat ini hunian merupakan primadona utama dalam investasi, bahkan berhasil mengalahkan saham.

  1. Konsekuensi Pajak

Seperti yang sebelumnya telah dibahas. Capital gain akan turut membawa kewajiban membayar pajak. Besarnya pajak jumlahnya berbeda-beda. Tergantung dari objek pajak yang Anda miliki.

Lebih baik apabila bertanya kepada ahlinya untuk mengurus pajak satu ini. Tiap tindakan yang menghasilkan keuntungan baik itu revenue maupun capital gain pasti akan menghasilkan konsekuensi pembayaran pajak.

  1. Lebih Disukai dari pada Dividen

Capital gain sering dikaitkan dan dibandingkan dengan dividen. Dalam setahun, perusahaan dapat beberapa kali membagikan dividen. Tetapi capital gain hanya diperoleh sekali ketika sudah tutup transaksi. Tak heran jika beberapa investor menganggap dividen hanyalah bonus, bukan hal besar yang diincar.

Selain itu, pembagian dividen bukanlah hal wajib yang mutlak dilakukan perusahaan. Bisa saja perusahaan menunda pemberian dividen karena akan melakukan beberapa hal seperti ekspansi.

Jika Anda sudah memahami definisi dan penjabaran lain tentang capital gain, pastikan Anda tahu produk investasi yang tepat untuk dijalankan. Hal ini juga akan membantu dalam mengamankan uang Anda dalam dunia investasi. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu capital gain, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Reksadana Pasar Uang?
Masalah-Masalah yang Ada pada Mata Uang Crypto, Pertimbangkan Sebelum Investasi
Apa itu Sharpe Ratio? Definisi Sharpe Ratio
Apa itu Basis Point?
Apa itu Bank Investasi? Definisi Bank Investasi
Apa itu Reksadana Saham?
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
Aturan-aturan Emas Dalam Berinvestasi
Apa Itu Agen Penjual Efek Reksa Dana?
Mengenal Single Investor Identification (SID) dan Manfaatnya


Bagikan Ke Teman Anda