Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Aset?

Aset memiliki peran penting dalam suatu perusahaan. Aset adalah segala sesuatu yang bernilai moneter yang dimiliki seseorang atau bisnis. Sehingga sebelum mengumpulkan aset, terlebih dahulu harus mengetahui apa itu aset dan jenis-jenis aset untuk menghindari misleading atau miskonsepsi.

Dalam akuntansi dan pembukuan, aset perusahaan bisa didefinisikan sebagai sumber daya atau hal-hal yang bernilai yang dimiliki perusahaan sebagai hasil transaksi perusahaan. Diartikan pula sebagai biaya dibayar dimuka yang belum habis atau belum kadaluarsa. Dan juga biaya yang memiliki nilai masa depan yang dapat diukur. Sehingga bisa disimpulkan bahwa aset adalah segala sesuatu yang bernilai atau sumber nilai yang bisa diubah menjadi uang tunai. Individu, perusahaan, dan pemerintah memiliki aset. Karena aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki individu, perusahaan, ataupun negara, harapannya bisa memberikan manfaat di masa depan.

Aset memiliki manfaat yang besar di masa yang akan datang, yang bisa berbentuk hal-hal yang produktif seperti dapat menghasilkan kas atau benda lain yang setara dengan kas. Selain itu, aset bisa juga ditukar dengan aset lain atau melunasi suatu kewajiban atau utang.

Aset perusahaan bisa dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Bagi perusahaan, aset bisa dianggap sebagai sesuatu yang di masa depan mungkin menghasilkan pendapatan, menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau perusahaan mungkin mendapat keuntungan dalam beberapa cara dari memiliki atau menggunakan aset. Contoh aset yang kemungkinan besar terdaftar di neraca perusahaan adalah kas, investasi sementara, piutang, persediaan, biaya prabayar, investasi jangka panjang, tanah, bangunan, mesin, peralatan, furnitur, perlengkapan, kendaraan,  dan sebagainya.

Ketika aset disajikan dalam suatu neraca perusahaan, biasanya dibagi-bagi ke dalam kelas atau kategori yang berbeda berdasarkan kapan akan digunakan. Beberapa kategori itu dibedakan menjadi aset sekarang, aset jangka panjang, aset tidak berwujud, dan aset lain.

  • Aset sekarang (Current Assets)

Sumber daya yang diharapkan bisa dikonsumsi dalam periode berjalannya perusahaan diklasifikasikan sebagai aset sekarang. Aset sekarang bisa berupa uang tunai atau yang setara dengan itu, baik berupa uang tunai di kasir, uang di bank, atau uang di brankas dan bisa digunakan untuk membeli sumber daya lain, melunasi hutang, atau membayar investor. Aset sekarang juga bisa berupa accounts receivable, yaitu IOU dari pelanggan. Banyak bisnis mengizinkan pelanggan untuk membeli barang secara kredit dan membayarnya di masa mendatang. Piutang adalah pengakuan bahwa pelanggan berhutang uang kepada perusahaan untuk barang tersebut.

Selain itu, persediaan juga termasuk aset sekarang. Persediaan adalah arang dagangan yang ingin dijual perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Barang dagangan ini dapat dibeli atau diproduksi oleh perusahaan. Dan juga investasi yang ingin dijual oleh manajemen pada periode berjalan juga dianggap sebagai sumber daya aset sekarang yang biasanya terdiri dari saham dan obligasi.

  • Aset jangka panjang (Long term assets)

Sumber daya yang diharapkan akan digunakan di masa mendatang disebut aset jangka panjang. Aset jangka panjang bisa berupa tanah, bangunan, dan peralatan. Tanah atau properti adalah sumber daya yang dianggap bersifat jangka panjang karena bisa digunakan sepanjang waktu dan tidak akan dikonsumsi dalam periode sekarang.

Sebuah bangunan juga merupakan sumber daya yang bisa digunakan dari waktu ke waktu. Banyak perusahaan tinggal di gedung yang sama selama beberapa dekade. Dengan demikian, ini dianggap sebagai sumber daya jangka panjang. Selain itu, peralatan seperti mesin, kendaraan, dan furnitur memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang.

  • Aset tidak berwujud (Intangible Assets)

Aset tidak berwujud adalah kelas lain dari kedua aset sebelumnya, yang berkaitan dengan kekayaan intelektual yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dari waktu ke waktu. Contoh aset tidak berwujud ini adalah paten, merk dagang, dan juga hak cipta. Karena, terdapat fakta jika beberapa aset paling bernilai di dunia adalah aset tidak berwujud. Contohnya adalah Walt Disney’s Mickey Mouse, Apple’s iPhone, dan sebagainya, yang sudah mempunyai nama merk sehingga banyak dikenal orang dan memiliki nilai yang tinggi.

  • Aset lainnya

Kategori aset terakhir adalah aset lainnya, contohnya adalah investasi, seperti saham, obligasi, dan properti yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari satu tahun.

Aset tidak dinilai atau dicatat dalam pembukuan perusahaan. Setiap sumber daya dinilai agak berbeda tergantung sifatnya dan bagaimana sumber daya itu diperoleh. Menurut prinsip biaya historis, aset dicatat dalam pembukuan pada harga yang dibayar perusahaan. Hal ini berlaku untuk semua aset kecuali untuk beberapa jenis investasi yang disesuaikan dengan nilai pasar wajar dan beberapa aset tidak berwujud yang dibeli secara tidak langsung seperti goodwill.

Karena perusahaan bergantung pada sumber dayanya untuk menghasilkan pendapatan, banyak bisnis sering kali dinilai berdasarkan tingkat kepemilikan asetnya. Dengan kata lain, seorang investor dapat menghitung nilai kasar suatu bisnis dengan mengurangkan pinjaman yang belum dibayar dari aset perusahaan untuk melihat sumber daya apa yang sebenarnya dimiliki perusahaan.

Perusahaan dengan lebih banyak sumber daya umumnya dianggap bernilai lebih dari satu dengan sumber daya yang lebih sedikit. Namun, tidak selalu demikian. Sebagian besar investor memprediksi tingkat pengembalian aset. Jika perusahaan tidak berkinerja baik, penilaian perusahaan bisa turun hanya karena tidak menggunakan sumber dayanya secara efektif.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu aset, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Debt to Equity Ratio?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Apa itu Inventory Turn Over? Definisi Inventory Turn Over
Apa itu Fiscal Quarter? Definisi Fiscal Quarter
Perbedaan Accounting vs Finance
Apa Itu Neraca Lajur?
Apa Itu Price Earning Ratio (PER)?
Apa itu Variable Cost? Definisi Variable Cost
Definisi Biaya Variabel dan Cara Menghitungnya
Apa itu Utang Hipotek?


Bagikan Ke Teman Anda