Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Inventory Turn Over? Definisi Inventory Turn Over

Dalam akuntansi, inventory turn over atau perputaran persediaan dihitung untuk melihat apakah suatu bisnis memiliki inventaris yang berlebih jika dibanding dengan tingkat penjualannya.

Maka, rasio perputaran persediaan adalah rasio efisiensi yang menunjukkan seberapa efektif persediaan dikelola dengan membandingkan harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata untuk satu periode.

Dalam dunia bisnis, rasio perputaran persediaan amatlah penting mengingat total turnover tergantung pada dua komponen utama kinerja. Diantaranya yaitu pembelian saham dan penjualan.

Apabila jumlah persediaan yang lebih besar dibeli selama tahun ini, maka perusahaan harus menjual jumlah persediaan yang lebih besar pula untuk meningkatkan pergantian. Namun apabila perusahaan tidak mampu menjual dengan jumlah lebih besar dibanding persediaannya, maka perusahaan dapat dikenakan biaya penyimpanan.

Demikian pula halnya dengan penjualan. Penjualan haruslah sesuai dengan pembelian inventaris jika persediaan tidak berubah secara efektif. Itulah sebabnya, dalam hal ini departemen penjualan dan pembelian harus selaras satu dengan yang lain.

Hubungan Inventaris dan Perputaran Persediaan

Karena perputaran persediaan merupakan ukuran seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengendalikan barang dagangannya, maka amat penting bagi perusahaan untuk memiliki perputaran yang tinggi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak mengeluarkan uang terlalu banyak untuk inventaris dan membuang-buang sumber daya dengan menyimpan inventaris yang tidak dapat dijual kembali.

Ini juga mengindikasikan bahwa perusahaan dapat secara efektif menjual persediaan yang dibelinya. Dengan demikian, investor akan mengetahui seberapa besar inventaris perusahaan yang dapat dicairkan. Mengingat kreditor, utamanya bank sangatlah tertarik dengan hal ini, sebab inventaris meruapakan aset yang bisa dijaminkan untuk mendapatkan kredit atau pinjaman.

Yang termasuk dalam golongan inventaris perusahan dapat meliputi:

  • Bahan baku
  • Bahan dalam proses
  • Barang jadi yang pada akhirnya dijual.

Dalam hal ini, barang jadi biasanya masuk dalam kategori persediaan, contohnya adalah pakaian di Departmen Store. Namun, persediaan juga dapat mencakup bahan baku yang digunakan untuk produksi barang jadi (work in progress). Contohnya saja kain yang akan dibuat menjadi baju akan menjadi persediaan untuk produsen pakaian.

Menafsirkan Perputaran Persediaan pada Suatu Perusahaan

  • Perputaran persediaan tinggi

Semakin tinggi perputaran persediaan, maka semakin baik. Alasannya tentu karena perputaran persediaan tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan menjual barang dengan cepat dan perminataan akan produk mereka selalu ada.

  • Perputaran persediaan rendah

Sebaliknya, perputaran persediaan rendah menunjukkan bahwa penjualan lebih lemah, serta permintaan pasar akan produk perusahaan kian menurun.

Rumus Menghitung Rasio Perputaran Persediaan

Rasio perputaran persediaan dapat dihitung dengan membagi harga pokok penjualan untuk satu periode dengan rata-rata persediaan untuk periode tersebut.

Persediaan rata-rata sendiri digunakan sebagai pengganti persediaan akhir karena banyak produk dagang perusahaan berfluktuasi sangat besar sepanjang tahun. Contohnya, sebuah perusahaan mungkin membeli sejumlah besar barang dagangan di bulan Januari dan menjualnya untuk sisa tahun tersebut.

Pada bulan Desember, hampir seluruh persediaan telah terjual namun saldo akhir tidak secara akurat mencerminkan persediaan aktual perusahaan selama tahun itu.

Maka untuk menghitung rasio perputaran persediaan adalah harga pokok penjualan dibagi dengan persediaan rata-rata untuk periode yang sama.

Rumus sederhananya seperti di bawah ini

Rasio Perputaran Persediaan = Harga pokok / Persediaan rata-rata

Atau

Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / Persediaan

Keterangan:

  • Harga pokok penjualan

Merupakan ukuran biaya produksi barang dan jasa suatu perusahaan. Hal tersebut dapat berupa biaya bahan, biaya tenaga kerja yang berkaitan langsung dengan barang yang diproduksi, serta biaya overhead pabrik atau biaya yang secara langsung dipakai untuk produksi barang.

  • Persediaan rata-rata

Digunakan dalam menghitung rasio karena perusahaan mungkin memiliki tingkat persediaan yang lebih tinggi atau lebih rendah pada waktu-waktu tertentu dalam satu tahun.

Contohnya pengusaha sepatu mungkin akan memiliki persediaan lebih tinggi saat menjelang tahun ajaran baru, dan tingkat persediaannya menurun saat pertengahan tahun ajaran.

Days Sales Inventory (DSI)

DSI atau yang dikenal juga dengan sebutan persediaan hari, fungsinya adalah untuk mengukur berapa hari yang dibutuhkan inventaris berubah menjadi penjualan.

Cara menghitungnya yaitu dengan mengambil kebalikan dari rasio perputaran persediaan dikalikan 365. Rumus matematikanya adalah sebagai berikut:

(Persediaan Rata-Rata / Harga Pokok) x 365

DSI yang rendah sangat ideal karena akan menerjemahkan ke beberapa hari yang dibutuhkan untuk mengubah persediaan menjadi uang tunai. Akan tetapi, nilai DSI dapat berbeda-beda antar industri.

Oleh sebab itulah perlu dipertimbangkan untuk membandingkan angka DSI satu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis.

Contohnya, perusahaan yang menjual makanan seperti supermarket tentu memiliki persediaan hari yang lebih rendah dibanding dengan perusahaan yang menjual mobil.

Aplikasi dalam Bisnis

Tingkat turnover yang rendah mungkin saja menunjukkan kelebihan stok, barang usang, atau kurangnya daya pemasaran.

Namun dalam beberapa kasus, tingkat yang rendah mungkin sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan. Contohnya saat tingkat persediaan yang lebih tinggi terjadi guna mengantisipasi kenaikan harga yang cepat atau kekurangan pasar yang sudah diperkirakan.

Sebaliknya, tingkat turn over yang tinggi juga dapat dibaca bahwa tingkat inventaris kurang memadai. Akibatnya terjadi kerugian dalam bisnis karena nilai inventarisnya terlalu rendah, inilah yang kerap kali menyebabkan kurangnya stok barang.

Yang perlu menjadi catatan, produk yang persediaannya terjual setahun sekali memiliki biaya penyimpanan yang lebih tinggi dari pada barang yang terjual dua kali, tiga kali, atau empat kali pada periode yang sama.

Maka dapat kita simpulkan bahwa tujuan dari peningkatan perputaran persediaan adalah untuk:

  • Mengurangi biaya penyimpanan seperti uang sewa, utilitas, asuransi, pencurian barang, serta biaya lainnya yang dipakai untuk menjaga persediaan barang.
  • Meningkatkan laba bersih dan profitabilitas selama pendapatan dari penjualan produk tetap konstan.
  • Meningkatkan respon terhadap perubahan dalam persyaratan pelanggan sambil memungkinkan munculnya produk baru sebagai pengganti produk lama yang telah usang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu inventory turn over dan definisi inventory turn over, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Likuidasi? Definisi Likuidasi
Apa itu Utang Beban?
Apa itu Jurnal Penyesuaian? Definisi Jurnal Penyesuaian
Apa itu Valas? Definisi Valuta Asing
Apa itu Wesel? Definisi Wesel
Apa itu Paper Millionaire? Definisi Paper Millionare?
10 Alasan Mengapa Usaha Kecil Butuh Akuntan
Apa itu Unicorn? Definisi Perusahaan Unicorn
Apa itu Gold Standard? Definisi Gold Standard
Definisi Reksadana Terproteksi


Bagikan Ke Teman Anda