Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Pola Pikir Kelas Menengah vs Kelas Atas

Masyarakat terbagi menjadi 3 kelas sosial” kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas. Kehidupan masyarakat kelas atas yang bergelimang harta menjadi sesuatu yang tidak bisa dibayangkan oleh dua kelas di bawahnya. Jika masyarakat kelas bawah adalah mereka yang hidup serba kekurangan, membutuhkan bantuan dari pemerintah dan pihak ketiga, bagaimana dengan masyarakat kelas menengah?

Kelas menengah adalah mereka yang memiliki pekerjaan mapan, mampu memenuhi semua kebutuhannya, namun tidak memiliki kekayaan yang berlebih. Kelas menengah biasanya bermimpi untuk menjadi kaya seperti bos mereka di perusahaan. Menjadi kaya tentu bukan sesuatu yang mudah.

Banyak hal yang harus dipelajari dari kelas atas, terutama bagaimana cara mereka berpikir. Inilah hal-hal yang membedakan kelas atas dan kelas menengah di masyarakat.

  • Kelas menengah menjalani gaya hidup di luar kemampuan mereka, kelas atas justru sebaliknya

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh masyarakat kelas menengah adalah mereka berusaha keras untuk menjadikan diri mereka terlihat kaya. Kelas menengah suka membeli handphone paling canggih, kendaraan yang mewah, dan hal-hal lain untuk menunjukkan bahwa mereka kaya.

Berbeda dengan orang kaya yang tidak pernah menghabiskan uang mereka untuk barang-barang yang nilainya semakin menyusut. Kelas atas lebih suka mengendarai mobil lama yang mereka miliki. Meski mereka mampu membeli mobil mewah, mereka memilih untuk tidak membeli.

  • Kelas menengah ingin hidup yang nyaman, kelas atas suka mengambil resiko

Pekerjaan yang nyaman dengan gaji yang stabil adalah impian bagi setiap orang di kelas menengah. Menurut mereka, merasakan kenyamanan adalah kebahagiaan. Sementara kelas atas menyadari bahwa hal-hal yang luar biasa hanya akan terjadi di luar zona nyaman.

Kelas atas justru meninggalkan semua kenyamanan dan mengambil setiap resiko yang ada. Kegagalan pasti terjadi, namun pelajaran yang besar dapat diambil dari sana. Seseorang yang tidak pernah gagal sama saja dengan tidak pernah melakukan apa-apa dalam hidupnya.

  • Kelas menengah bekerja karena uang, kelas atas bekerja untuk mendapatkan ilmu

Kelas menengah adalah mereka yang bekerja di sebuah perusahaan besar dengan gaji tinggi hanya untuk memenuhi gaya hidup mereka. Tidak jarang mereka berganti pekerjaan demi gaji yang lebih baik. Berbeda dengan kelas atas yang lebih mementingkan ilmu apa yang akan mereka dapatkan, daripada berapa besar gaji yang akan mereka terima.

Bagi kelas atas, lebih penting untuk mengetahui seluk beluk sebuah bisnis dan mempelajarinya. Setelah mereka mendapatkan cukup ilmu, kelas atas akan membuka bisnisnya sendiri dan menerapkannya.

  • Kelas menengah berteman dengan siapa saja, kelas atas memilih teman mereka

Ada pepatah yang mengatakan, kamu adal siapa teman-temanmu. Inilah prinsip yang digunakan oleh kelas atas. Mereka menyadari bahwa berteman dengan orang-orang yang sukses dapat membawa diri mereka pada kesuksesan juga. Jika ingin kaya, carilah teman-teman yang kaya.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang yang dikelilingi oleh teman-teman dengan pola pikir orang kaya dengan sendirikan akan menyesuaikan pemikirannya seperti teman-temannya.

  • Kelas menengah fokus untuk menabung, kelas atas ingin memperkaya diri

Kelas menengah memiliki anggapan bahwa kekayaan dapat dilihat dari seberapa besar tabungan yang dimilki. Mereka lebih suka menyimpan uang mereka untuk dana darurat, dana pensiun, dan deposito berjangka.

Kelas atas tidak membiarkan uang mereka tersimpan begitu saja. Semua uang yang mereka miliki digunakan untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Mereka lebih suka berinvestasi atau membuka usaha baru sehingga uang yang dimiliki akan berlipat ganda.

  • Kelas menengah menggunakan uang secara emosional, kelas atas lebih berpikiran logis

Satu lagi perbedaan besar antara kelas menengah dan kelas atas adalah bagaimana cara mereka menggunakan uangnya. Kesalahan umum yang sering dibuat kelas menengah adalah menggunakan uang secara emosional. Membuat keputusan finansial berdasarkan emosi sangat berbahaya karena beresiko kerugian besar-besaran.

Warren Buffet mengatakan, berinvestasi adalah soal mengontrol emosi, bukan seberapa uang yang dimiliki. Seseorang yang berinvestasi secara emosional akan membeli dengan harga tinggi dan menjual dengan harga murah.

  • Kelas menengah meremehkan diri sendiri, kelas atas bermimpi setinggi langit

Setiap orang pasti memiliki tujuan dalam hidup. Namun apa isi dari tujuan mereka adalah hal yang membedakan kelas menengah dan kelas atas. Kelas menengah membuat tujuan yang “realistis” dan mudah untuk mereka capai. Namun kelas atas menetapkan tujuan tinggi dalam hidup mereka yang nyaris mustahil.

Jangan ragu untuk bermimpi besar karena itulah yang akan membentuk pola pikir seseorang. Ketika menetapkan tujuan hidup, katakan pada diri sendiri bahwa Anda selalu bisa melakukan sesuatu yang lebih.

  • Kelas menengah bekerja sendiri, kelas atas menyadari pentingnya kekuatan bersama

Untuk mencapai mimpi, tentu saja setiap orang bekerja keras. Seringkali kelas menengah berpikir betapa pun kerasnya mereka bekerja, mereka tidak akan pernah menjadi kaya. Seseorang tidak akan menjadi kaya jika ia hanya bekerja seorang diri.

Hal inilah yang disadari oleh kelas atas. Mereka tidak pernah bekerja sendiri. Mereka mengerahkan kekuatan lain, baik itu tenaga manusia atau investasi untuk menjadi kaya. Semakin banyak “bantuan” yang dimiliki, semakin cepat tujuan tercapai dan semakin banyak pula waktu yang dimiliki untuk menikmati hidup.

Menjadi kaya sebenarnya bukan soal berapa banyak uang yang dimiliki. Seseorang yang menghasilkan Rp 10 juta per bulan tidak bisa dibilang kaya jika ia mengeluarkan Rp 9 juta per bulan untuk mencukupi kebutuhannya. Mengubah pola pikir adalah hal terpenting yang harus dilakukan agar menjadi kaya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan pola pikir kelas menengah vs kelas atas, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Opportunity Cost vs Real Cost
Perbedaan antara Dividen dengan Capital Gain
Apa Perbedaan Sukuk Ritel Vs Saving Bond Ritel?
Perbedaan Reksadana Syariah vs Reksadana Konvesional
Tip Finansial untuk Kelas Menengah
6 Alasan Kelas Menengah Tetap Kelas Menengah
Bagaimana Pola Pikir Seorang Miliader?
Perbedaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) vs Surat Utang Negara (SUN)
Perbedaan Mentalitas Orang Miskin dan Orang Kaya
Bagaimana Cara agar Memiliki Pola Pikir yang Semakin Berkembang?


Bagikan Ke Teman Anda