Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perlukah Membuat Tabungan Bersama Setelah Menikah?

Pernikahan merupakan komitmen bersama pasangan. Baik usia pernikahan Anda baru 2 minggu atau bahkan sudah 20 tahun, bekerja sama dengan pasangan adalah hal paling penting. Termasuk untuk urusan finansial. Menurut penelitian, 21% pasangan bercerai dengan latar belakangan ekonomi. Tentu saja hal ini tidak ingin dialami oleh siapapun. Kemudian muncullah ide untuk membuat tabungan bersama setelah menikah.

Biasanya mereka yang baru saja menikah atau merencanakan pernikahan, berkeinginan untuk membuat tabungan bersama. Tabungan bersama biasanya dibuat sebagai sarana untuk meng-cover kebutuhan rumah tangga. Tetapi di sisi lain, tabungan bersama ini bisa berubah menjadi simalakama apabila tidak dikelola secara benar.

Jika komunikasi dengan pasangan baik dan memiliki rencana bersama, tentulah dapat mengelola tabungan ini secara lancar. Lantas perlukah membuat tabungan bersama setelah menikah? Simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Tabungan Bersama

Tabungan bersama berarti mengelola dan menyimpan uang tidak hanya dari salah satu pihak, tetapi dari kedua pihak. Beberapa pasangan menyimpan uang mereka terpisah, tetapi ada pula yang menggunakan prinsip tabungan bersama.

Soal penting atau tidak tabungan bersama, sebenarnya semua kembali kepada kondisi masing-masing. Ada pasangan yang menganggapnya sangat penting, ada juga yang sebaliknya.

Syarat Menggunakan Sistem Tabungan Bersama

Jika memang dirasa perlu keterbukaan akan keuangan, tentu saja menggabungkan keuangan adalah solusi. Tetapi kadangkala pasca menikah, suami maupun istri masih memerlukan sedikit privasi dari segi keuangan. Apabila ingin mengelola keuangan dengan sistem tabungan bersama, simak persyaratannya berikut ini.

  1. Sepakat dengan Prioritas Bersama

Pengelolaan keuangan pada dasarnya berpatokan pada bedanya kebutuhan dan keinginan. Dalam rumah tangga, pengeluaran mesti mendahulukan prioritas.

Anda dapat membuat daftar prioritas bersama pasangan dan mesti sama-sama menyepakatinya. Dengan sama-sama tahu prioritas bersama, pengeluaran pun tidak akan menciptakan kesalahpahaman.

  1. Ada Rancangan Anggaran Rumah Tangga

Pada tingkat paling dasar, rencana anggaran mesti mencantumkan informasi mengenai berapa banyak uang yang masuk dan keluar. Penghasilan dan pengeluaran tentu akan berubah setelah menikah. Penting bagi Anda untuk membuat anggaran pernikahan secara terperinci.

  1. Rencana Pengeluaran

Rencana anggaran mewakili sisi teoritis dalam pengelolaan keuangan. Sedangkan pengeluaran merupakan wujud nyata dari rencana Anda. Rencana pengeluaran akan memberikan segala detail kemana saja uang keluar.

Anda juga dapat mencari tahu solusi jika terjadi ledakan pengeluaran. Sebelum memutuskan ingin membuat tabungan bersama setelah menikah, pastikan rencana satu ini sudah Anda pikirkan secara matang.

  1. Konsisten dengan Komitmen

Pastikan Anda bersama pasangan sama-sama nyaman menggunakan sistem tabungan bersama. Sebab, jika salah satu pihak merasa terpaksa pada akhirnya akan terjadi inkonsitensi. Komitmen yang dibuat hanya akan berjalan di awal-awal, selebihnya hanya menjadi rencana semata.

  1. Berbagi Semuanya dalam Satu Akun

Membuat tabungan bersama berarti siap membagi semuanya dalam satu akun. Anda dan pasangan akan menggabungkan semua pendapatan ke dalam satu wadah. Segala pengeluaran dari hal terkecil sampai bawayr tagihan akan tercatat di satu akun tersebut.

Tentu saja dari segi keuntungan akan membuat penganggaran rumah tangga jauh lebih mudah. Arus uang keluar dan masuk yang diketahui bersama-sama ini akan meminimalisir kecurigaan pasangan.

  1. “Milikku, Milikmu, Milik Kita”

Membuat tabungan bersama berarti berbagi tanggung jawab atas keuangan. Meskipun sekilas terlihat seperti apa-apa dibagi bersama, tetapi ada kalanya Anda dapat menggunakan uang untuk membeli sesuatu yang sifatnya pribadi. Yang terpenting adalah dapat membagi kebutuhan pribadi pasangan dan bersama. Untuk mempermudah penganggaran, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

    • Tentukan tagihan yang akan dibayar dengan rekening bersama.
    • Pikirkan pola pengeluaran, kebiasaan, serta perilaku dan komunikasikan agar tercipta kesepakatan bersama.
    • Jika memang ada tagihan individu yang memerlukan kontribusi dari tabungan bersama, sepakati porsinya.
  1. Pastikan Riwayat Kredit Pasangan Baik

Jika hendak membuat tabungan bersama setelah menikah, pastikan Anda paham betul bagaimana riwayat kredit pasangan. Sebenarnya tidak hanya pasangan yang harus ditelusuri riwayat kreditnya. Anda juga wajib introspeksi apakah selama ini memiliki catatan buruk ketika berutang.

Sebenarnya jika skor kredit buruk juga tidak mempengaruhi kehidupan setelah pernikahan. Tetapi setelah membuka rekening bersama, Anda atau pasangan yang notabene memiliki riwayat kredit baik akan ikut merasakan dampaknya.

Riwayat kredit Anda di bank akan turut terpengaruh dan menghasilkan beberapa kendala. Terlebih jika hendak mengajukan KPR atau jenis kredit lainnya.

  1. Hindari Situasi Berat Sebelah

Membuat tabungan bersama berarti mengharuskan Anda untuk belajar adil dan meredam ego. Hindari kondisi dimana salah satu dari Anda lebih dominan mengendalikan keuangan. Hal tersebut akan berdampak buruk pada keuangan di kedepannya. Saling memahami satu sama lain merupakan nyawa dari pernikahan.

Tentu saja konsep seperti itu mestinya juga berlaku ketika mengelola keuangan. Penting sekali untuk intens menjaga komunikasi dengan pasangan agar tidak muncul kecurigaan hingga kesalahpahaman.

Sebenarnya terserah bagaimana Anda mengelola keuangan pasca pernikahan. Anda dapat mengkondisikannya sesuai dengan keadaan rumah tangga. Jika memang merasa nyaman dengan pengelolaan uang secara pribadi, sebenarnya juga tidak ada masalah. Secara umum, ada empat cara utama untuk mengelola keuangan rumah tangga. Yakni:

    • Menyimpan uang dengan rekening terpisah
    • Berbagi serta mengelola dengan sistem tabungan bersama
    • Suami secara penuh memberikan gajinya kepada istri
    • Tetap berbagi tanggung jawab tetapi ada beberapa hal yang sifatnya personal dan tidak dibagikan kepada pasangan.

Jadi kesimpulannya jika Anda memang sanggup dengan syarat-syarat membuat tabungan bersama setelah menikah diatas, tentu cara tersebut akan berjalan lancar.

Yang paling penting dalam menjalani rumah tangga harus ada dana cadangan entah bagaimana sistem tabungannya. Terlebih saat ini kondisi ekonomi sedang mengalami ketidakpastian. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tabungan bersama setelah menikah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Tip Keuangan untuk Kamu Usia 20-an
Ajarkan Tip Keuangan Ini untuk Anak Anda
Cara Mengatur Keuangan Keluarga Agar Tidak Boros
10 Cara Berhemat yang Salah
Apa Itu Kakeibo, Seni Menyimpan Uang Ala Jepang?
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
Apa Itu Hedonisme dan Mengapa Tak Baik untuk Keuangan Keluarga
Kegiatan Menarik Ketika Tidak Punya Uang Lagi
Manfaat Menyimpan Uang dalam Bentuk Deposito
18 Cara Menghasilkan Uang Saat Liburan


Bagikan Ke Teman Anda