Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tipe-Tipe Orang yang Bakal Gagal Berbisnis

Semua orang bisa menjalankan bisnis, tetapi tidak semua orang bisa menjadi pebisnis yang sukses. Sama halnya dengan ada pemimpin yang baik dan ada pemimpin yang buruk, dalam dunia bisnis ada juga karakteristik pebisnis yang baik dan yang buruk. Tentu saja mereka yang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam berbisnis akan bisa menjalankan usahanya dengan baik.

Bagaimana dengan mereka yang tidak? Selama tidak ada keinginan untuk berubah, maka tampaknya kesuksesan masih jauh dari angan-angan. Berikut ini adalah 10 tipe orang yang sebaiknya tidak memulai bisnis mereka.

  1. Tidak berani mengambil resiko

Semua orang tahu bahwa memulai bisnis memiliki resiko yang besar. Bayangan kegagalan dan kerugian selalu ada setiap hari, sehingga dibutuhkan keberanian untuk mengambil resiko demi kesuksesan bisnis mereka.

Menjalankan bisnis tidak memberikan kestabilan dan kenyamanan seperti gaji yang pasti diterima setiap bulan. Seseorang yang belum siap untuk dengan segala ketidakpastian yang mungkin dihadapi saat menjalankan bisnis sebaiknya mengurungkan niat mereka untuk memulainya.

  1. Ragu dalam membuat keputusan

Tipe orang kedua yang sebaiknya tidak menjalankan bisnis adalah mereka yang masih ragu dalam membuat keputusan. Setiap keputusan selalu mengandung resiko, sehingga ini erat kaitannya dengan tipe sebelumnya. Seseorang yang tidak berani mengambil resiko biasanya selalu ragu-ragu saat membuat keputusan.

Ingat bahwa keputusan yang dibuat oleh seorang pebisnis tidak mungkin bisa menyenangkan dan memuaskan semua pihak. Ini termasuk resiko yang harus disadari saat menjadi pengusaha, dimana mereka mungkin saja menciptakan musuh mereka sendiri dari keputusan yang diambil.

  1. Cepat berubah pikiran

Seseorang yang tidak memiliki pendirian dan mudah berubah pikiran bisa mengacaukan usaha yang dijalankan dan mempengaruhi orang-orang yang terlibat di dalamnya secara langsung. Mereka beresiko kehilangan waktu, uang, dan tenaga, karena harus memulai banyak hal dari awal. Itulah mengapa setiap pengusaha harus memikirkan dengan matang setiap keputusan yang diambil karena mereka tahu bahwa berubah pikiran bisa menyebabkan kerugian.

  1. Tidak mau bertanggung jawab

Selanjutnya adalah tipe orang yang tidak mau bertanggung jawab. Saat seseorang memulai sebuah bisnis, semua menjadi tanggung jawab mereka, termasuk saat karyawan berbuat kesalahan. Mustahil seorang pebisnis bisa selalu mengawasi karyawan mereka setiap saat sehingga terjadinya kesalahan tidak bisa dihindari.

Jika seseorang tidak bisa bertanggung jawab terhadap kesalahan semacam ini, sebaiknya mereka mengurungkan niat untuk menjalankan bisnis dan belajar arti tanggung jawab dari seorang pemimpin.

  1. Tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik

Seseorang yang menjalankan bisnis berhubungan dengan banyak orang. Tidak hanya dengan para karyawan mereka tetapi juga dengan para klien dan konsumen. Sudah menjadi sebuah keharusan bagi pebisnis untuk memiliki ketrampilan komunikasi yang baik.

Mereka harus bisa merangkul semua karyawan, meyakinkan klien untuk mau bekerja sama, dan menjaga hubungan baik dengan para konsumen. Keahlian ini bisa dipelajari oleh siapa saja, jadi jika seseorang masih kurang mampu berkomunikasi dengan baik, sebaiknya kemampuan ini diasah terlebih dahulu sebelum menjalankan bisnis.

  1. Malas dan suka menunda pekerjaan

Memulai sebuah bisnis, apalagi jika bisnis tersebut masih ada di tahap yang sangat awal, ada banyak tugas yang harus diselesaikan. Mereka yang punya sifat malas dan cenderung menunda pekerjaan tentu tidak cocok menjadi pebisnis.

Kesuksesan dalam berbisnis erat kaitannya dengan ketepatan waktu (timing). Setiap detik sangat berharga, sehingga menunda pekerjaan menjadi hal yang tidak boleh dilakukan sama sekali. Karena tidak ada bos yang mengawasi dan memerintah mereka, maka pengusaha harus bisa melawan diri mereka sendiri untuk kembali bersemangat menyelesaikan pekerjaan meski mereka sebenarnya sedang tidak ingin melakukannya.

  1. Tidak inovatif

Orang yang menjalankan bisnis adalah orang yang selalu inovatif dan tidak ragu untuk melakukan terobosan baru. Mereka tidak pernah puas dengan apa yang ada saat ini, oleh karena itu mereka selalu membuat perubahan.

Seseorang yang lebih suka menunggu perubahan datang tanpa mau menjadi bagian dari perubahan tersebut tidak memiliki karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pebisnis.

Dari waktu ke waktu, bisnis yang dijalankan harus berubah sesuai dengan kondisi pasar yang ada. Bila perlu menjadi pelopor dari perubahan tersebut. Dibutuhkan orang yang inovatif agar perubahan-perubahan semacam ini bisa terwujud.

  1. Terlalu kaku dan tidak bisa menerima perubahan

Cepat berubah pikiran menunjukkan bahwa seseorang tidak memiliki pendirian yang teguh, namun terlalu kaku hingga tidak bisa menerima perubahan juga bukan merupakan karakter pebisnis sukses. Dunia akan selalu berubah dan perubahan tersebut semakin cepat dengan adanya internet.

Bisnis apapun yang dijalankan harus bisa mengikuti perubahan tersebut. Baik itu dari segi cara pemasaran produk, jenis produk, hingga target pasar. Orang yang masih kaku, tidak bisa menerima perubahan, dan tidak mau menerima saran dari orang lain akan kesulitan dalam menjalankan bisninya. Karena mereka tidak bisa mengikuti perubahan yang ada, maka mereka akan jauh tertinggal.

  1. Tidak bisa mengarahkan orang lain

Sebuah bisnis tidak bisa dijalankan seorang diri. Seiring dengan perkembangan bisnis yang semakin besar, akan semakin banyak orang yang terlibat. Seorang pebisnis harus bisa mengarahkan karyawannya dan mendistribusikan tugas dengan baik. Untuk itu, diperlukan jiwa kepemimpinan yang baik.

  1. Berpikir bahwa menjadi pengusaha sama dengan bekerja kantoran

Mengelola bisnis tidak sama dengan bekerja kantoran yang setiap hari memiliki jam kerja pasti. Mereka harus siap setiap saat, bahkan bekerja tanpa henti ketika bisnis baru saja dirintis. Tidak ada istilah kerja dimulai jam 9 dan berakhir jam 5. Bila perlu, mereka harus bekerja hingga larut malam dan dini hari di kelangsungan bisnis mereka.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tipe-tipe orang yang bakal gagal berbisnis, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Banyak UMKM yang Gagal?
Kelebihan dan Kekurangan Menjalankan Bisnis Bersama Pasangan
Cara Membuka Toko di Tokopedia
Apa Itu Studi Kelayakan Bisnis?
Apa itu Dupont Analysis? Definisi Dupont Analyisis
Cara Membuat Business Plan untuk Startup
Contoh Tanda Terima Barang
Ciri-ciri Orang yang Akan Gagal Menjadi Pengusaha
Apa Itu Business Intelligence?
Ciri-ciri Entrepreneur yang Akan Gagal


Bagikan Ke Teman Anda