Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Lockdown

Apa yang Anda rasakan ketika kebebasan Anda terenggut akibat situasi dan kondisi yang memaksa Anda untuk tetap berada di dalam rumah? Stres, tertekan, bingung, bosan, tidak tahu apa yang harus dilakukan, cemas, atau bahkan depresi. Diakui atau tidak, inilah yang dirasakan oleh banyak orang ketika harus ‘terkunci’ di rumah saja, akibat penerapan aturan lockdown guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Sebagian besar otoritas negara di seluruh dunia memberlakukan kebijakan lockdown atau penguncian wilayah dari arus mobilitas masyarakat, agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Risikonya, seluruh warga masyarakat dilarang untuk keluar rumah, bepergian, nongkrong, berkerumun, apalagi berwisata. Aktivitas dan mobilitas masyarakat sangat dibatasi hanya untuk kepentingan penting dan mendesak saja, seperti berbelanja kebutuhan pokok. Jika pun boleh keluar rumah, hanya dalam radius tertentu saja.

Kondisi pembatasan aktivitas dan mobilitas berdampak pada kesehatan mental sebagian besar masyarakat. Bagaimana tidak? Mereka hanya bisa beraktivitas di rumah, bahkan bekerja pun dari rumah (work from home). Mereka yang terbiasa aktif berkegiatan di luar rumah, bertemu dengan teman, kolega, dan orang-orang baru, bersosialisasi, menghirup udara segar secara bebas, kini harus ‘terkurung’ di dalam rumah.

Wabah Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa di hampir semua sektor kehidupan. Tak hanya kesehatan fisik saja, tetapi juga kesehatan mental. Tak sedikit orang yang merasa tertekan dengan kondisi ini. Namun mau tidak mau, suka atau tidak, masyarakat tidak memiliki pilihan untuk patuh pada aturan lockdown agar selamat dari ancaman virus yang mematikan ini.

Berikut tips yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan mental selama lockdown sehingga Anda senantiasa bisa selalu berpikiran positif dan mengisi hari-hari Anda dengan kegiatan-kegiatan yang positif meskipun di rumah saja.

  • Mengelola harapan

Penting untuk menumbuhkan semangat dan berpikiran positif terhadap setiap kejadian yang dihadapi, termasuk peralihan segala aktivitas kerja di rumah akibat pandemi Covid-19. Meski dalam masa karantina, produktivitas kerja harus tetap diperhatikan, bahkan standarnya ditingkatkan.

Selama masa karantina akibat lockdown, beban kognitif dan emosional yang muncul selama pandemi tidak bisa diremehkan begitu saja, karena bisa saja berdampak pada produktivitas Anda, setidaknya dalam jangka pendek. Anda mungkin akan mengalami gangguan-gangguan seperti kesulitan berkonsentrasi, motivasi rendah, dan jenis gangguan lainnya.

Anda perlu mengelola harapan. Beradaptasilah dengan situasi dan kondisi yang baru dalam kehidupan Anda, meski cukup sulit dan memakan waktu. Bersikaplah mudah pada diri sendiri. Ketika Anda menyesuaikan diri dengan ritme kerja baru jarak jauh dan isolasi ini, Anda harus tetap realistis dalam tujuan yang telah ditetapkan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

  • Mengelola ambang batas stres secara proaktif

Tak bisa dipungkiri bahwa kebebasan yang terkekang akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental. Salah satunya stres. Bagaimana tidak? Anda yang awalnya bebas beraktivitas, bepergian kemana saja, dan bersosialisasi dengan siapa saja tiba-tiba harus terkurung di rumah dalam jangka waktu yang tidak pasti. Jika tingkat stres semakin tinggi, maka kehidupan Anda justru akan semakin terganggu, bahkan bisa jadi Anda mengalami depresi.

Cobalah kelola ambang batas stres Anda secara proaktif. Tingkatkan kualitas tidur Anda. Hindari begadang yang tidak perlu. Pertahankan rutinitas di sekitar waktu tidur dan bangun Anda. Jaga pula kualitas makanan Anda. Hindari minum minuman beralkohol dengan alasan untuk mengelola stres.

Sebab hal itu tidak akan mengurangi tingkat stres Anda, tetapi justru menjadikannya semakin tinggi, bahkan berisiko merusak dalam jangka panjang. Dengan meningkatkan kualitas tidur dan makanan, akan dapat membantu mengatur emosi Anda dengan lebih baik.

  • Filter berita-berita yang tidak benar tentang Covid-19

Setiap hari media memberitakan tentang lonjakan kasus Covid-19, sehingga menimbulkan gangguan baik terhadap kesehatan fisik maupun mental Anda. Secara kognitif, Anda akan kesulitan untuk berkonsentrasi. Secara emosional, muncul rasa frustrasi, khawatir yang berlebihan, dan kesedihan. Secara fisik, Anda bisa saja merasakan ketegangan, sakit perut, dan gugup. Oleh sebab itu, filter berita-berita yang tidak benar tentang Covid-19.

Memfilter berita tentang Covid-19, bukan berarti abai dan tidak mau tahu sama sekali. Carilah informasi yang benar dari sumber yang bisa dipercaya. Hal tersebut akan membantu Anda untuk tetap berpikiran positif, sehingga berpengaruh positif terhadap tingkat imunitas dan kewaspadaan Anda.

  • Tetap berpikir positif

Merasa negatif dengan kondisi dan situasi yang timbul akibat pandemi Covid-19 adalah hal yang wajar. Semua orang mungkin merasakannya. Meski demikian, jangan biarkan perasaan negatif tersebut mempengaruhi pikiran Anda, sehingga menjadi negatif juga.

Berusahalah keluar dari perasaan negatif tersebut dengan membangun beberapa pemikiran positif. Sibukkan diri Anda dengan melakukan kegiatan yang disukai, misalnya olahraga, membaca buku, memasak, atau bahkan menikmati suasana bekerja dari rumah.

Jalani rutinitas Anda sehari-hari dengan penuh semangat, kegembiraan, dan keikhlasan. Bangun di pagi hari menghirup udara segar dan menikmati sinar matahari. Mulai hari Anda dengan secangkir teh hangat dan sarapan ringan. Anda tidak perlu melakukan hal-hal berat, tetapi dengan menjalani rutinitas ringan dan senantiasa bersyukur dapat membuat Anda lebih rileks, sehingga memicu lebih banyak ide sepanjang hari.

  • Berdamai dengan diri sendiri

Tak semua keadaan yang terjadi sesuai dengan keinginan dan ekspektasi Anda. Bahkan, tak semua hal dapat dengan mudah Anda kendalikan. Pandemi Covid-19 ini jelas menimbulkan situasi dan kondisi yang demikian sulit bagi semua pihak, bukan hanya Anda.

Semua orang merasakan masa-masa sulit selama pandemi ini terjadi. Sulit dalam bekerja, beraktivitas, bersosialisasi, berdagang, mengenyam pendidikan, bahkan beribadah. Meski demikian, kesulitan ini bukan alasan untuk mengalah dan menyerah pada keadaan.

Cobalah berbicara dengan diri sendiri, membangun semangat dan motivasi yang dirasa semakin menipis. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa segala kesulitan ini akan segera berakhir dan Anda bisa melaluinya dengan baik.

Anda akan menjadi pemenang dari keadaan yang sulit dan menghimpit ini. Jangan memberi ruang untuk pikiran-pikiran negatif muncul, seperti “Saya tidak bisa melalui semua ini”, “Situasi ini terlalu sulit untuk dijalani”, dan sebagainya. Sebab, pikiran-pikiran negatif tersebut justru akan membuat Anda lemah dan stres.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tips menjaga kesehatan mental selama lockdown, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tips Mempersiapkan Dana Kehamilan Buat Para Calon Orang Tua
Sekolah Tutup, Ini Dia Tips Belajar di Rumah untuk Anak
Apa yang Membuat Orang Mentalnya Kuat?
Tips Jitu Mencari Ide Bisnis Cemerlang Sesuai Keterampilan
Cara Membesarkan Anak agar Memiliki Mental Entrepreneur
Tips dari Orang Kaya untuk Kalian yang Ingin Bebas Finansial
Karakteristik Orang dengan Mental Kuat
Tips Mengelola Keuangan Selama Lockdown
Tips Belajar di Rumah Selama Pandemi Virus Corona
15 Tip Bagaimana Cara Menjadi Pemimpin yang Baik


Bagikan Ke Teman Anda