Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

10 Tip Mengurangi Pengeluaran untuk Usaha Kecil

Bagi siapa saja yang baru merintis usaha, keuangan adalah hal yang krusial. Perusahaan startup biasanya memulai bisnis menggunakan modal sendiri, sehingga mereka harus menekan biaya-biaya yang ada seminimal mungkin. Di tengah anggaran yang menipis, menghemat uang tentu susah-susah gampang.

Solusi tentu saja dengan memangkas biaya yang tidak perlu, namun jika harga-harga di pasaran semakin meningkat, pelaku bisnis harus berurusan dengan kesulitan yang tidak ada akhirnya. Untuk membuat belanja perusahaan lebih efektif dan tidak memakan banyak biaya, inilah beberapa tips yang bisa digunakan oleh perusahaan startup.

1. Biaya Perkantoran

Jika Anda baru membuka bisnis, tidak perlu menyewa kantor di tempat yang terlalu mahal. Biaya sewa kantor bisa menjadi beban yang besar bagi pelaku usaha pemula. Pindahkan kantor ke tempat yang lebih murah.

Atau , jika memungkinkan, mengapa tidak jalankan bisnis dari rumah atau dengan cara mobile? Kini banyak perusahaan yang tidak memiliki kantor fisik, namun tetap bisa menjalankan kegiatan seperti biasa dengan menawarkan jasa home service. Dalam hal ini, bukan pelanggan yang datang ke Anda, namun Anda yang datang ke pelanggan.

Model bisnis seperti ini bisa dilakukan di bidang jual beli online, perbaikan listrik atau saluran pipa, dan lain sebagainya. Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari mengelola bisnis di rumah adalah bebas biaya pajak, asuransi, dan utilitas. Sebelum itu, pastikan lingkungan rumah Anda memungkinkan untuk menjalankan sebuah bisnis.

2. Libatkan Orang Terdekat

Mustahil memulai usaha seorang diri tanpa bantuan orang lain. Perekrutan karyawan bisa menjadi persoalan lagi untuk usaha baru. Dengan keuntungan minimal, Anda tidak boleh lupa menggaji karyawan setiap bulan.

Hal ini tidak perlu jika Anda mengajak keluarga sendiri untuk memulai bisnis. Kini banyak pelaku bisnis pemula yang lebih memilih pasangan atau saudaranya sendiri untuk membangun bisnis. Ajak mereka untuk belajar bersama-sama dengan Anda.

Mempekerjakan keluarga sendiri adalah pengurangan biaya karyawan yang paling optimal.

3. Tinggalkan Pemasaran Tradisional

Agar produk dan usaha Anda dikenal luas oleh calon konsumen, Anda harus memperkenalkannya pada mereka. Berbicara mengenai biaya iklan, tentu Anda harus mengeluarkan biaya untuk periklanan.

Di era internet dan media sosial, tinggalkan cara pemasaran lawas dengan cara beriklan. Terapkan inbound marketing yang lebih efektif dan jauh lebih murah dibandingkan dengan iklan tradisiona. Anda bisa menggunakan teknik SEO pada website perusahaan, melalui Google Ads, YouTube, dan Instagram.

4. Gunakan Waktu Sebaik Mungkin

Manajemen waktu adalah hal terpenting dalam bisnis. Pastikan setiap detik waktu dalam jam kerja Anda gunakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis. Misalnya memprioritaskan tugas-tugas yang harus diselesaikan pada hari itu, menetapkan tujuan, meningkatkan kemampuan dalam berbisnis (belajar tentang pemasaran, keuangan, dsb) sehingga Anda tidak perlu tidur hingga larut malam setiap hari.

Bekerjalah dengan efektif agar bisnis Anda bisa berkembang sesuai yang diharapkan. Sepanjang hari, jangan biarkan hal lain mendistraksi Anda, seperti hal-hal yang sifatnya personal.

5. Beralih ke Komputasi Awan

Komputasi awan (cloud computing) adalah metode pengelolaan data yang digunakan oleh hampir semua startup. Menggunakan internet untuk menyimpan semua data perusahaan memangkas biaya yang harus dikeluarkan untuk berlangganan server dan membayar perbaikannya setiap kali dilakukan upgrade.

Penggunaan komputasi awan memang tidak sepenuhnya gratis, Anda tetap harus membayar sejumlah uang untuk meningkatkan ruang penyimpanan dan bandwidth. Namun tetap saja jumlahnya akan jauh lebih kecil. Selain itu, cloud storage juga menawarkan saja recovery data dan perlindungan.

6. Menekan Biaya Bahan Baku

Untuk bisnis yang bergerak di bidang produksi barang, Anda harus membeli bahan baku untuk membuat porduk. Amati perkembangan harga bahan baku dari waktu ke waktu. Cari penyedia yang menawarkan bahan baku dengan harga rendah, namun berkualitas baik.

Jangan sungkan untuk meminta potongan harga, meski itu hanya sedikit. Meski kecil, Anda harus tetap mendapatkan keuntungan.

7. Kurangi Waktu Rapat

Jika Anda berpikir rapat dapat menyelesaikan berbagai persoalan bisnis, Anda salah besar. Terlalu sering mengadakan rapat justru tidak efektif bagi Anda, karyawan, dan perusahaan itu sendiri. Rapat memang diperlukan untuk mengecek pekerjaan satu sama lain, namun tidak perlu dilakukan setiap hari.

Coba hitung berapa jam yang dihabiskan setiap minggu hanya untuk rapat? Waktu rapat sebaiknya digunakan untuk fokus menyelesaikan tugas-tugas lain yang lebih penting.

8. Minimalisasi Inventaris

Bergantung pada jenis bisnis yang digeluti, minimalkan jumlah inventaris yang dimiliki. Ingat, semakin banyak inventaris, maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatannya. Misalnya jika bisnis Anda banyak menggunakan internet, maka cukup sediakan komputer yang memadai untuk Anda dan staff. Akan lebih baik lagi jika staff Anda membawa laptop-nya sendiri untuk bekerja.

9. Awasi Keuangan dengan Ketat

Bagi seseorang yang sedang memulai usaha, besar kemungkinan Anda tidak memegang urusan keuangan sendiri. Namun bukan berarti Anda bisa menyerahkan keuangan sepenuhnya pada staff Anda.

Awasi setiap pemasukan dan pengeluaran yang ada. Pertama, pastikan Anda membayar tagihan tepat waktu. Jangan menunda karena denda tagihan akan semakin memberatkan Anda. Jika kondisi keuangan menipis dan Anda terancam tidak bisa membayar tepat waktu, lakukan penagihan pada klien dan pelanggan. Lakukan apa saja agar mereka mau membayar tepat waktu agar keuangan tetap balance.

10. Melakukan Tinjauan Keuangan Secara Rutin

Agar Anda tidak mengalami kerugian, lakukan peninjauan terhadap keuangan secara rutin. Misalnya setiap akhir minggu Anda melihat kembali berbagai macam pengeluaran yang dilakukan untuk mencari celah mana yang bisa ditekan. Dengan cara ini, Anda juga akan memahami di bagian mana usaha Anda paling banyak mengeluarkan biaya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 10 tip mengurangi pengeluaran untuk usaha kecil, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ide Marketing untuk UKM
12 Cara Menghentikan Pengeluaran Uang dalam Jumlah Banyak
Tips untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) agar Semakin Maju
Cara Mudah Memangkas Pengeluaran
Tip Mempromosikan Produk dan Jasa UKM
Faktor Apa yang Menyebabkan UMKM Gagal?
Contoh Business Plan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM)
7 Cara Mudah Memotong Pengeluaran
Mau Tahu Pengeluaran Perokok di Indonesia? Ternyata Hasilnya Mengejutkan!
Persiapan untuk Usaha Kecil Menghadapi Resesi Ekonomi yang akan Datang


Bagikan Ke Teman Anda