Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu EBITDAR?

Dalam memperhitungkan performa perusahaan dalam hal mendapatkan keuntungan bisnis, banyak hal yang harus diperhitungkan. Sebagaimana yang telah kita sampaikan dalam artikel megenai Bottom Line, hal hal ini harus turut diperhitungkan agar anda sebagai Investor mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perusahaan tempat anda menaruh investasi anda agar anda tidak mengalami kerugian gara gara information mismatch.

Salah satu hal yang harus anda perhitungkan adalah EBITDAR. EBITDAR adalah singkatan dari Earning before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Restructuring or Rent cost atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, amortisasi dan biaya restrukturusiasi atau biaya sewa. Biasanya data EBITDAR tidak langsung tertera dalam laporan laba rugi perusahaan sehingga anda harus menghitungnya sendiri. Namun demikian informasi informasi yang dibutuhkan seperti beban depresiasi atau beban pajak biasanya tercantum dalam laporan tersebut.

Apabila anda merupakan Investor yang baru akan memulai investasi, mungkin anda masih asing dengan istilah istilah tersebut. Oleh karena itu, artikel ini akan diawali dengan penjelasan mengenai komponen komponen dalam EBITDAR.

Komponen komponen EBITDAR

  • Bunga (interest)

Bunga Bank dalam sebuah perusahaan bisa menjadi pendapatan (interest revenue) jika perusahaan tersebut menabung uang kasnya di sebuah Bank tetapi bunga Bank juga bisa menjadi komponen biaya atau beban perusahaan (interest cost) jika perusahaan tersebut meminjam dana dari Bank untuk berbagai keperluan. Nah, besaran bunga Bank yang dimasukkan dalam komponen EBITDAR ini adalah bunga bank yang harus dibayarkan oleh perusahaan apabila perusahaan tersebut meminjam sejumlah uang dari Bank.

  • Pajak (taxes)

Pajak adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah atas kepemilikan atau kegiatan bisnis perusahaan tersebut. Pajak yang dibayarkan oleh perusahaan bermacam mcam mulai dari pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

  • Depresiasi (depreciation)

Depresiasi atau penyusutan,  adalah biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan ketika perusahaan tersebut membeli peralatan atau dan perlengkapan produksi. Karena semua peralatan dan perlengkapan produksi yang dimiliki perusahaan memiliki umur ekonomis.

Umur ekonomis adalah masa penggunaan suatu alat atau instrument sehingga alat tersebut tidak bisa digunakan untuk produksi lagi. Contoh alat produksi yang memiliki umur ekonomis seperti laptop atau hand phone khusus operasional perusahaan. Biasanya kedua gawai ini memiliki umur ekonomis kurang dari 5 tahun.

Untuk menentukan umur ekonomis suatu barang, diperlukan banyak faktor yang harus dihitung. Tetapi umumnya untuk barang barang produksi USA, umur ekonomis suatu barang sudah tertera dalam kardus barang tersebut sehingga anda tidak perlu menghitungnya lagi.

  • Amortisasi

Menurut accurate.id Amortisasi dapat didefinisikan sebagai penyusutan atau pengurangan dari barang barang yang tidak berwujud seperti hak cipta atau hak paten yang dimiliki perusahaan.

  • Restructuring or Rent Cost

Restructuring cost adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan perombakan struktur manajemen dan produksi perusahaan tersebut. Contoh, jika dua perusahaan melakukan merger, maka mau tidak mau mereka harus mengeluarkan restructuring cost seperti biaya untuk mencatatkan gabungan tesebut ke notaris dan lain lain.

Umumnya restructuring cost hanya dikeluarkan sekali waktu ketika perubahan tersebut terjadi. Akan tetapi memasukkan biaya ini ke dalam EBITDA akan bermanfaat terutama ketika tahun restruturisasi tersebut terjadi.

Sementara itu Rent cost atau biaya sewa sebenarnya biaya yang seringkali dikeluarkan oleh perusahaan. Namun dalam beberapa industri seperti perhotelan, waralaba dan lain lain pengeluaran untuk biaya ini cukup besar sehingga harus diperhitungkan dan masuk ke dalam EBITDAR.

Rumus EBITDAR

EBITDAR= Gross Profit- (Rent+Depreciation+Amortization+Restructuring Cost) +Interest Expense + Taxes

Atau:

EBITDAR= EBIT+ Interest Expense + Taxes.

Manfaat mengetahui EBITDAR

Sama halnya dengan EBITDA, EBITDAR digunakan oleh pengamat, peneliti atau investor untuk memahami kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Tujuannya antara lain agar stakeholder diatas bisa lebih terfokus pada pendapatan dan beban yang benar benar dihasilkan dari operasi perusahaan  dan buka beban yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap performa perusahaan..

Selain itu, EBITDAR juga dapat digunakan sebagaii instrument pembanding antara dua atau lebih perusahaan yang di industri yang sama namun beroperasi di daerah yang berbeda beda. Contoh, jika anda meneliti café di seluruh Indonesia. Apabila anda hanya menghitung EBITDA, bisa jadi data anda bias sebab biaya sewa ruko di Indonesia sangat bervariasi tergantung daerahnya. Tentu biaya sewa ruko diJakarta akan lebih mahal daripada biaya sewa ruko diYogyakarta.

EBITDAR juga lebih baik digunakan sebagaii variabel analisis untuk perusahaan yang baru saja mengalami restrukturisasi seperti merger atau akuisisi. Sehingga stakeholder dapat lebih fokus kepada pendapatan operasi perusahaan tersebut saja.

Contoh penggunaan EBITDAR

Semisal sebuah Café di Yogyakarta pada tahun 2019 berhasil memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp. 80.000.000 dalam satu tahun dan mencatat harus mengeluarkan biaya operasi sebesar Rp. 50.000.000 pertahun. Dari Rp. 50.000.000 tersebut terdapat beban depresiasi alat pembuat kopi sebesar Rp. 3.000.000,00 biaya sewa ruko sebesar Rp. 20.000.000,00 dan biaya amortisasi hak paten nama kopi sebesar Rp. 500.000.,00.

Maka pendapatan sebelum pajak dan bunga (EBIT) Café tersebut adalah sebesar:

EBIT= 80.000.000.,00 – 50.000.000= 30.000.000.,00

Sedangkan pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) Café tersebut adalah sebesar:

EBITDA= 30.000.000.,00 + 3.000.000,00 +500.000.,00 = 33.500.000.,00

Dan besaran pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, amortisasi dan biaya sewa (EBITDAR) Café tersbut adalah sebesar:

EBITDAR= 33.500.000.,00 + 20.000.000,00 = 55. 500.000.,00

Dengan demikian komponen biaya café yang berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan operasi café tersebut adalah sebesar:

80.000.000.,00-55. 500.000.,00= 24.500.000.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu EBITDAR, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Anak Mau Punya Skill Bisnis? Ini Tip Buat Orangtua!
Cara Membuka Toko di Tokopedia
6 Alasan Bisnis Baru Banyak yang Gagal
Cara Membuat Business Plan untuk Startup
Perbedaan KlikBCA Individual Vs KlikBCA Bisnis
Alasan Mengapa Tidak Banyak Orang Memulai Bisnisnya
5 Alasan Mengapa Bisnis Baru Sering Gagal
7 Ide Passive Income Bagi Pemilik Bisnis Kecil
Cara Memulai Bisnis Kecil untuk Para Introvert
Tips Penting Menjalankan Bisnis untuk Pebisnis Baru


Bagikan Ke Teman Anda