Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Kebijakan Moneter dan 5 Instrumennya

Pengertian Kebijakan Moneter

Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang digunakan untuk mengatur tingkat pertumbuhan pasokan uang dalam sebuah negara. Pemerintah memiliki kebijakan ini untuk mengatur berapa banyak uang yang beredar di masyarakat luas. Kebijakan moneter memiliki beberapa cara penerapan, seperti mengubah jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dan mengawasi pembelian atau penjualan sekuritas pemerintah.

Badan yang bisa mengatur atau memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter ini adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia berperan sebagai bank sentral yang berhak untuk melakukan kewenangan ini, agar tidak terjadi inflasi dalam sebuah negara.

Tujuan dari Adanya Kebijakan Moneter

  1. Mengurangi tingkat inflasi

Tingkat inflasi yang terlalu tinggi adalah bencana besar untuk sebuah negara. Kebijakan moneter hadir dan diterapkan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat inflasi. Inflasi adalah kondisi dimana uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak jumlahnya sehingga kehadirannya tidak lagi berharga. Indonesia pernah mengalami inflasi besar-besaran pada tahun 1998 saat pemerintahan Orde Baru.

  1. Mengurangi pengangguran

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pengangguran adalah masalah bagi sebuah negara. Kebijakan moneter juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mengurangi pengangguran. Pasokan uang yang lebih tinggi bisa merangsang para pengangguran untuk melakukan kegiatan bisnis.

  1. Meningkatkan nilai tukar mata uang

Bank sentral memiliki wewenang lain selain melakukan penerapan kebijakan moneter, yakni mengatur nilai tukar antara mata uang negara lain dengan rupiah. Misalnya saja, Indonesia memperbanyak jumlah uang yang beredar di masyarakat. Hal ini bisa membawa dampak kurs mata uang rupiah menjadi lebih murah dibandingkan dengan nilai mata uang negara lain.

5 Instrumen dalam Kebijakan Moneter

  1. Operasi di pasar terbuka

Hal ini dikenal juga dengan nama kebijakan pasar terbuka atau open market operation. Kebijakan ini adalah kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia dalam rangka memperjualbelikan surat-surat berharga seperti Sertifikat Bank Indonesia atau SBI. Apabila kebijakan ini terjadi, maka Bank Indonesia selaku bank sentral akan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Hal ini terjadi karena Sertifikat Bank Indonesia sudah bisa dibeli oleh masyarakat luas.

Kalau Bank Indonesia memutuskan untuk membeli SBI, maka Bank Indonesia akan menambah jumlah uang yang ada di masyarakat. Bank Sentral melakukan hal ini untuk menambah jumlah uang yang bisa dimiliki oleh masyarakat. Bank Indonesia  bisa memutuskan akan membeli atau menjual SBI, tergantung pada kebutuhan negara.

  1. Menyesuaikan tingkat suku bunga diskonto

Instrumen yang satu ini dikenal juga dengan nama discount rate. Bank Indonesia selaku bank sentral memiliki kewenangan untuk menaikkan atau menurunkan tingkat bunga bank. Apabila bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga, maka mereka akan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasaran. Hal ini terjadi karena masyarakat akan tertarik untuk menabung di bank. Mereka berpikir bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak uang karena bunga bank sedang ditingkatkan.

Sedangkan kalau bank Indonesia memilih untuk menurunkan suku bunga, maka masyarakat tidak akan tertarik untuk menabung di bank. Mereka lebih memilih untuk menggunakan uang cash dibandingkan dengan menyimpan uangnya di bank.

  1. Menyesuaikan Giro Wajib Minimum atau GWM

Hal ini dikenal juga dengan nama Cash Ratio atau Reserve Requirement. Sama seperti sebelumnya, Bank Indonesia bisa memilih apakah negara membutuhkan kenaikan cadangan kas atau menurunkannya. Apabila bank sentral memutuskan untuk menaikkan cadangan kas, maka mereka akan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Hal ini adalah tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi inflasi. Bank umum akan diharuskan menahan uang yang lebih banyak sebagai cadangan, sehingga uang tunai akan dikurangi jumlahnya.

Sedangkan kalau bank sentral memutuskan untuk menurunkan cadangan kas, maka mereka akan menambah jumlah uang. Hal ini dilakukan untuk deflasi. Bank umum akan diharuskan untuk mengeluarkan uang yang lebih banyak lagi ke masyarakat, sehingga jumlah uang tunai akan semakin banyak di luaran.

  1. Kredit selektif

Kredit selektif ini disebut juga dengan nama selective credit control. Bank sentral memiliki kewenangan untuk mengatur mana pinjaman prioritas dan bukan. Hal ini erat kaitannya dengan kepemilikan dan penggunaan kartu kredit. Ada dua jenis kredit yang harus Anda ketahui. Yang pertama adalah kredit ketat dan kredit longgar.

Kredit ketat adalah kebijakan yang dipilih oleh bank sentral untuk mengatasi inflasi dengan cara mengurangi jumlah uang yang ada di masyarakat. Mendapatkan peminjaman di bank akan lebih sulit, karena memang syarat-syaratnya dipersulit. Masyarakat atau pengusaha harus lebih keras berusaha agar kreditnya diloloskan.

Sedangkan yang dimaksud dengan kredit longgar adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral untuk mengurangi deflasi dengan cara menambah uang yang beredar. Masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan kredit karena syaratnya yang mudah. Hal ini adalah sarana untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

  1. Pembujukan moral

Instrumen terakhir dari kebijakan moneter ini adalah moral suasion. Kebijakan ini adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dengan melakukan meeting dengan pimpinan bank umum. Hal ini biasanya berkaitan dengan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh bank umum agar sejalan dengan bank Indonesia selaku bank sentral. Hal ini sangat penting, karena bank umum harus mengikuti kebijakan yang sudah ditetapkan oleh bank sentral. Apabila ada bank umum yang tidak mau ikut dalam peraturan bank sentral, maka bank sentral bisa mengambil tindakan lebih lanjut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kebijakan moneter dan 5 instrumennya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Definisi Uang, Fungsi, dan Jenis Uang
Jenis-jenis Kebijakan Moneter yang Berpengaruh Besar
Pelajaran dari Krisis Yunani, Cara Bertahan Saat Krisis Ekonomi
Ada Apa dengan Krisis Ekonomi di Turki?
Apa itu Kebijakan Moneter? Definisi Kebijakan Moneter
Definisi SBI Syariah
10 Mata Uang Termahal di Dunia Tahun 2019
Faktor-faktor Penyebab Resesi
Apa itu Kurs? Definisi Kurs/Nilai Tukar
Mengapa Uang Dicabut, Ditarik, dan Dimusnahkan?


Bagikan Ke Teman Anda