Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Stabilitas Sistem Keuangan?

Sistem keuangan menjadi dasar berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemampuan negara mengelola keuangan dengan baik akan mampu mendukung tercapainya ‘ekonomi meroket’ yang ditandai dengan tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi. Kondisi ekonomi yang baik akan menghasilkan surplus anggaran dan belanja negara. Sebab itulah, setiap otoritas negara dituntut untuk mampu menjaga stabilitas sistem keuangan. Apa itu stabilitas sistem keuangan?

Definisi stabilitas sistem keuangan

Hingga saat ini belum ada definisi baku dari istilah stabilitas sistem keuangan. Meski demikian, stabilitas sistem keuangan dapat dipahami sebagai suatu kondisi yang menunjukkan baiknya fungsi dari mekanisme ekonomi dalam penetapan harga, alokasi dana dan pengelolaan risiko, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga negara mampu menghindari terjadinya krisis ekonomi dan moneter.

Dalam pemahaman lainnya, stabilitas sistem keuangan diartikan sebagai perwujudan dari harmonisasi sistem keuangan dalam menjalankan fungsinya sebagai intermediasi, sistem pembayaran, dan penyebaran risiko sehingga mampu menghadapi guncangan ekonomi dengan tangguh.

Stabilitas sistem keuangan dapat juga dipahami sebagai kemampuan mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi, sehingga dapat mencegah timbulnya gangguan yang berdampak buruk pada sistem keuangan dan aktivitas di sektor riil.

Sementara merujuk pada Peraturan Bank Indonesia No. 16/11/PBI/2014 tentang Pengaturan dan Pengawasan Makroprudensial, stabilitas sistem keuangan didefinisikan sebagai suatu kondisi yang memungkinkan sistem keuangan nasional berfungsi secara efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap kerentanan internal dan eksternal sehingga alokasi sumber pendanaan atau pembiayaan dapat terkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional. Sistem keuangan itu sendiri dipahami sebagai suatu sistem yang terdiri dari lembaga keuangan, pasar keuangan infrastruktur keuangan, dan perusahaan non-keuangan serta rumah tangga yang saling berinteraksi dalam pendanaan dan penyediaan pembiayaan pertumbuhan perekonomian.

Stabil tidaknya sistem keuangan suatu negara dapat diketahui dengan menilai faktor-faktor penyebab instabilitas sektor keuangan, salah satunya bisa berupa kegagalan pasar baik yang disebabkan oleh faktor struktural maupun perilaku. Tak hanya itu, globalisasi sektor keuangan yang didukung dengan perkembangan teknologi juga memiliki peran sebagai penyebab sistem keuangan tidak stabil.

Stabilitas sistem keuangan penting untuk dijaga agar perekonomian negara memiliki pondasi yang kokoh. Sebab itu, perlu dilakukan identifikasi dan evaluasi pada sistem keuangan secara berkesinambungan agar dapat meminimalisir bahkan mencegah potensi risiko yang membahayakan, meluas dan berdampak sistemik sehingga melumpuhkan perekonomian.

Pentingnya stabilitas sistem keuangan

Sebagai bagian dari sistem perekonomian, sistem keuangan memegang peranan penting. Sistem keuangan mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas, produk, dan transaksi keuangan. Berkenaan dengan hal itu, fungsi sistem keuangan adalah mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami kelebihan dana (surplus) kepada pihak yang kekurangan dana (defisit). Sebab itu, stabilitas sistem keuangan harus senantiasa dijaga agar fungsi tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Salah satu contohnya sebut saja sistem perbankan yang menjadi bagian dari sistem keuangan suatu negara. Dalam sistem perbankan, lembaga keuangan perbankan bertujuan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang memiliki kelebihan dana melalui produk-produk keuangannya seperti tabungan, giro, dan deposito. Lembaga perbankan kemudian menyalurkan kembali dana yang telah terkumpul tersebut kepada masyarakat lain yang membutuhkan dana melalui pinjaman atau kredit.

Selama sistem keuangan stabil, maka fungsi pengalokasian dan penyaluran dana dari pihak yang surplus ke pihak yang mengalami defisit tentu tidak akan mengalami masalah. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka fungsi penyaluran dana akan terganggu sehingga berdampak pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

Terganggunya stabilitas sistem keuangan tentu akan menyebabkan instabilitas sistem keuangan. Hal ini bisa menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian negara. Jika instabilitas sistem keuangan tidak segera diatasi, maka tak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan keuangan negara saja, tetapi juga bisa memicu terjadinya krisis ekonomi yang berisiko memporak-porandakan sistem perekonomian yang sudah dibangun.

Krisis ekonomi bukanlah masalah sepele. Untuk mengatasinya, dibutuhkan energi yang besar mencakup waktu, tenaga, dan pikiran guna menemukan solusi yang efektif. Selain itu juga dibutuhkan biaya yang sangat tinggi untuk menyelamatkan dan memulihkan perekonomian dari krisis.

Di saat ekonomi runtuh, keuangan negara defisit, negara harus menyediakan dana yang begitu besar untuk memulihkan ekonomi dari krisis. Keuangan negara jelas tidak akan mampu membiayai pemulihan tersebut. Mau tidak mau, otoritas negara terkait harus mengajukan pinjaman luar negeri ke negara lain atau lembaga keuangan internasional. Di satu sisi, situasi ini bisa jadi memulihkan perekonomian negara dari krisis. Namun di sisi lain, kedaulatan ekonomi negara tersebut tergadai ke negara lain atau lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman. Sebab itulah, stabilitas sistem keuangan penting untuk dijaga, agar kedaulatan negara baik secara ekonomi maupun politik tidak dirong-rong oleh negara lain, sehingga otoritas negara memiliki keleluasan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dan politik yang pro-rakyat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya secara merata.

Dampak terganggunya stabilitas sistem keuangan di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kedaulatan yang utuh sejak diproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1945. Sebagai negara yang baru berdaulat tentu Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam mencapai stabilitas sistem keuangannya. Meski telah berdaulat di tahun 1945, namun tak serta-merta menjadikan Indonesia aman sentosa, karena masih saja mendapat rong-rongan baik secara internal maupun eksternal.

Jatuh bangun dalam hal ekonomi telah dialami Indonesia sejak kemerdekaannya hingga saat ini. Pelajaran berharga pernah dialami Indonesia saat terjadinya krisis keuangan di tahun 1998. Di tahun tersebut, sistem keuangan Indonesia begitu amburadul. Tingkat pertumbuhan ekonomi menurun drastis, yang mengakibatkan kas negara mengalami defisit. Sektor industri tumbang, sebab banyak investor yang tak lagi percaya dengan situasi perekonomian Indonesia, sehingga menarik investasinya. Butuh waktu cukup lama dan upaya serta strategi yang jitu untuk meyakinkan dan membangkitkan kembali kepercayaan publik dan investor terhadap sistem keuangan Indonesia.

Stabilitas sistem keuangan menjadi pondasi bagi perekonomian negara. Jika stabilitas tersebut goyah, maka negara cenderung rentan terhadap berbagai gejolak yang berpotensi mengganggu perputaran roda perekonomian. Sebab itu, sistem keuangan yang tidak stabil berisiko memicu kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan seperti berikut.

  • Ketidakefektifan kebijakan moneter. Stabilitas keuangan atau moneter menjadi ranah Bank Indonesia dalam mewujudkan stabilitas sistem keuangan, karena merupakan transmisi kebijakan moneter. Jika sistem keuangan tidak stabil dan kondusif, maka kebijakan moneter tidak akan dapat berjalan dengan baik.
  • Laju pertumbuhan ekonomi terhambat. Sistem ekonomi yang tidak stabil akan berpengaruh pada terganggunya fungsi penyaluran atau alokasi dana. Akibatnya, pemerataan modal mengalami kendala yang secara lebih lanjut berpengaruh pada volume produksi, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Memicu ketidakpercayaan publik. Instabilitas sistem keuangan menyebabkan munculnya situasi yang tidak terkendali dan tidak dapat diprediksi. Situasi tersebut jelas menimbulkan kepanikan pada publik dan investor akan keamanan dana simpanannya. Sebab itu, krisis keuangan sering kali disertai dengan tindakan penarikan dana besar-besaran dari lembaga perbankan dan investasi pada berbagai sektor industri. Akibatnya, banyak perusahaan baik perbankan maupun non-perbankan yang mengalami kesulitan likuiditas.
  • Tingginya biaya penyelamatan dan pemulihan sistem keuangan dari krisis yang bersifat sistemik mendorong otoritas negara untuk mencari pinjaman luar negeri. Akibatnya, kedaulatan negara baik secara ekonomi maupun politik bisa saja tergadai pada negara atau lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman.

Krisis ekonomi di Indonesia akibat sistem keuangan yang tidak stabil seharusnya menyadarkan segenap elemen bangsa, tak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat akan pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan. Sistem keuangan yang stabil menunjukkan kokohnya pondasi keuangan negara, sehingga mampu mengatasi berbagai gejolak dan pastinya mencegah kerugian yang demikian besar, yang mengancam kedaulatan negara.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu stabilitas sistem keuangan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bagaimana Bersiap Menghadapi Krisis Ekonomi
Ini Dia Cara Praktis Belajar Ekonomi yang Mudah, Efektif dan Efisien!
5 Alasan Mengapa Bisnisman Tidak Naik Pesawat Kelas Ekonomi
Apa itu Kartel? Apa Dampak bagi Perekonomian?
10 Alasan Mengapa Kita Harus Belajar Ekonomi
Apa itu Resesi Ekonomi? Apa Indikatornya?
Ada Apa dengan Krisis Ekonomi di Turki?
Bagaimana Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi?
Apa itu Devisa?
Apa Itu Sistem Keuangan Inklusif? Kenapa penting?


Bagikan Ke Teman Anda