Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Mempersiapkan Emergency Fund atau Dana Darurat

Dunia penuh dengan ketidakpastian, termasuk dalam hal keuangan. Banyak kejadian-kejadian yang tidak terduga yang bisa menimpa seseorang dan dengan ganas menyedot keuangan.

Jika tidak dipersiapkan, tentu kejadian tersebut akan sangat menyusahkan bahkan bisa menjadikan seseorang menjadi stress hingga frustasi. Untuk itu, diperlukan dana darurat untuk mempersiapkan kondisi mengejutkan tersebut.

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat atau emergency fund merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan finansial seseorang. Seseorang yang melek finansial tentunya sudah sangat mengerti akan pentingnya dana darurat. Penyair Amerika Henry Wadsworth Longfellow pernah berkata “Dalam hidup, hujan pasti turun”.

Apa artinya? Artinya dalam hidup pasti ada hari gelap dan suram. Untuk menghadapi hari-hari gelap itu, dana darurat menjadi senjata untuk menakhlukkannya. Dana darurat bisa menjadi peredam dari kejutan yang dibawa oleh hari-hari gelap.

Dengan analogi di atas, dana darurat dapat diartikan sebagai dana yang dipersiapkan untuk keadaan-keadaan darurat. Dana tersebut bisa dikumpulkan dalam satu rekening khusus. Rekening khusus tersebut berisi dengan uang yang sengaja disisihkan untuk menutupi pengeluaran darurat atau tidak terduga.

Untuk memahami lebih dalam hakikat dari dana darutat, haruslah dipahami mana yang dikategorikan sebagai keadaan darurat dan keadaan tidak darurat. Beberapa keadaan yang dapat dikategorikan sebagai keadaan darurat adalah:

  • Kecelakaan
  • Sakit keras
  • Perbaikan atau penggantian alat rumah tangga
  • Perbaikan mobil
  • Perbaikan motor
  • Tagihan listrik
  • Tagihan pendidikan anak
  • Dipecat dari pekerjaan, dll

Sementara itu, ada beberapa keadaan yang dapat dikategorikan menjadi keadaan yang bukan tergolong keadaan darutat. Keadaan-keadaan tersebut adalah:

  • Liburan
  • Pesta ulang tahun
  • Pesta lain
  • Shopping
  • Make up
  • Action figure, dll

Seseorang tentunya harus menyiapkan dana untuk keadaan-keadaan darurat tersebut atau bahkan keadaan-keadaan tidak darurat. Dalam menyiapkan dana-dana tersebut, seseorang juga harus mempertimbangkan mengenai dana untuk menghadapi keadaan-keadaan biasa yang menjadi pengeluaran tetap. Beberapa keadaan tersebut adalah biaya-biaya yang mencakup:

  • Biaya Perumahan: sewa atau hipotek, utilitas
  • Asuransi: asuransi jiwa, asuransi penyewa, asuransi pemilik rumah
  • Pajak: pajak bumi bangunan dan pajak penghasilan
  • Pembayaran Utang: utang kartu kredit, pinjaman pelajar, pinjaman mobil
  • Kesehatan: asuransi kesehatan dan gigi
  • Penitipan anak: jika ada, biaya penitipan anak atau pengasuh anak
  • Biaya Hidup Pribadi: bahan makanan, barang-barang pribadi
  • Transportasi: gas, taksi, atau angkutan umum

Mengapa Dana Darurat Penting?

Walaupun banyak yang sudah mengerti pentingnya dana darurat, namun banyak pula yang belum mengerti pentingnya dana darurat. Masih banyak orang yang menganggap bahwa menyisihkan uang untuk dana darurat tidak penting. Kebanyakan dari orang-orang tersebut berfikiran bahwa rezeki untuk hari ini harusnya dihabiskan untuk keperluan hari ini.

Untuk keperluan masa depan, tentu sudah ada rezekinya sendiri. Pemikiran inilah yang mendorong orang untuk bersantai dan cenderung untuk tidak mempersiapkan uang untuk kebutuhan darurat di masa depan.

Di sisi lain, pemikiran tersebut tidak sepenuhnya benar. Meskipun rezeki sudah dicatat dan digariskan oleh Yang Maha Kuasa, namun sebagai makhluk, manusia juga perlu berusaha untuk mempersiapkan dana untuk kebutuhan darurat. Masa depan merupakan hal yang tidak menentu dan tidak ada jaminan seseorang bisa hidup berkecukupan di masa depan.

Salah satu alasan mengapa mempersiapkan dana darurat merupakan hal yang penting adalah dana darurat dapat membuat seseorang terhindar dari utang. Seperti yang diketahui, utang merupakan hal yang sebisa mungkin harus dihindari.

Hutang bisa mengganggu ketenangan hidup. Memang, hutang yang jumlahnya kecil dapat menjadi penyemangat kerja agar hutang tersebut menjadi cepat lunas. Namun berbeda halnya jika hutang tersebut berjumlah besar. Hutang tersebut justru akan menghantui kenyamanan hidup seseorang.

Padahal, keadaan darurat umumnya memerlukan dana yang besar. Jika seseorang tidak mempunyai persiapan dana, mau tak mau seseorang itu harus berhutang untuk mendapatkan uang yang jumlahnya besar tersebut. Maka dari itu, dengan mempersiapkan dana darurat, seseorang dapat terhindar dari hutang sehingga dapat hidup dengan lebih nyaman.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Dana Darurat?

Mengingat bagaimana pentingnya dana darurat untuk masa depan, maka seseorang haruslah menyisihkan sebagian uang untuk dana darurat. Lantas, bagaimana caranya? Berikut ini beberapa cara mempersiapkan dana darurat.

  1. Buatlah Rekening Khusus untuk Dana Darurat

Cara ini tidak bersifat mutlak dan harus dilakukan. Walaupun bukan merupakan keharusan, memiliki rekening khusus bisa menjadi langkah yang dapat memperlancara seseorang untuk mempersiapkan dana darurat. Rekening khusus dapat mengurangi seseorang untuk menggunakan dana yang sudah dialokasikan untuk digunakan sebagai dana darurat.

Rekening khusus dapat memisahkan uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan uang yang dialokasikan untuk dana darurat. Hal inilah yang membuat rekening khusus dapat memperlancar seseorang untuk mempersiapkan dana darurat.

Rekening khusus hendaknya dijauhkan dari jangkauan tangan agar seseorang tidak tergoda untuk mengintip nominalnya. Jika seseorang dapat dengan mudah mengintip nominal di rekening khusus tersebut, maka peluang menggunakan uang tersebut untuk bukan keadaan darurat akan semakin besar.

Maka dari itu, rekening khusus tersebut hendaknya tidak dibuatkan fitur i-banking atau m-banking untuk mencegah seseorang mengambil uang sebelum ada keadaan darurat.

  1. Rinci Pengeluaran Tiap Bulan

Merinci pengeluaran tiap bulan merupakan salah satu cara yang termasuk langkah awal dalam mempersiapkan dana darurat. Mengapa harus pengeluaran tiap bulan? Hal ini dikarenakan hampir setiap orang menerima gaji dalam kurun waktu sebulan sekali.

Selain itu, hampir semua tagihan seperti tagihan listrik, air, kuota internet, juga ditagih dalam kurun waktu sebulan sekali. Satu bulan juga merupakan kurun waktu yang ideal untuk merinci kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dalam keseharian hidup.

Dalam merinci pengeluaran, seseorang haruslah merinci setiap detil pengeluaran selama sebulan. Biasanya, pengeluaran-pengeluaran tersebut mencakup pengeluaran untuk biaya konsumsi selama sebulan, biaya sewa rumah, biaya asuransi,  pajak, pembayaran utang, pembayaran  cicilan pinjaman, biaya transportasi, dan biaya lainnya.

Jangan lupa hitung pula biaya untuk kebutuhan mendesak untuk sebulan. Tetapkan angka yang fix untuk biaya tersebut. Tujuan dari merinci pengeluaran tiap bulan adalah untuk mengestimasi besar pengeluaran tiap bulannya.

  1. Menentukan Besarnya Nominal yang akan Disisihkan

Cara ketiga ini berkaitan erat dengan cara kedua. Setelah didapatkan nilai estimasi pengeluaran tiap bulan, seseorang haruslah menetapkan besarnya nominal yang harus disisihkan untuk dana darurat. Tanpa mengetahui besarnya jumlah pengeluaran tiap bulan, penentuan besarnya nominal yang akan disisihkan untuk dana darurat menjadi tidak efisien.

Seseorang tidak tahu secara pasti tolok ukur batas penentuannya. Akibatnya, nilai estimasi yang dihasilkan untuk dana bantuan bisa menjadi lebih kecil atau lebih besar. Saat nominal lebih kecil, tentu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai besarnya target dana darurat. sedangkan jika nominal lebih besar, maka seseorang akan tersiksa dalam proses menabung dana darurat.

Dalam menentukan besarnya nominal uang yang akan disisihkan seseorang sebaiknya mengikuti nasihat yaitu ‘Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit’. Tidak perlu terlalu ngoyo dengan menentukan nominal yang besar, sehingga biaya kebutuhan selama sebulan menjadi sangat irit.

Cukup tentukan besaran nominal yang sekiranya bisa disisihkan tanpa meninggalkan tekanan sehingga menjadi sengsara dalam pengiritan selama satu bulan. Kebanyakan orang akan berakhir malas dan kehilangan motivasi saat terlalu tinggi menetapkan nominal untuk disisihkan sebagai dana darurat.

  1. Tetapkan Tujuan Dana Darurat

Salah satu cara untuk mempersiapkan dana darurat adalah dengan menyiapkan tujuan dari pembuatan dana darurat itu sendiri. Penyusunan tujuan dana darurat bisa menjadi sangat penting karena tujuan tersebut nantinya akan menjad motivasi diri untuk menyisihkan lebih banyak uang untuk dana darurat.

Tujuan haruslah dibuat secara realistis dan aktual agar lebih memotivasi. Untuk lebih memotivasi, tujuan dana darurat bisa dibuat untuk periode 6 bulan mendatang. Saat 6 bulan tersebut sudah tiba, tujuan dapat diperbarui lagi untuk 6 bulan seterusnya. Dengan begitu, akan lahir tujuan-tujuan baru dari dana darurat sehingga lebih memotivasi untu menabung.

Setiap orang tentu memiliki kebutuhannya masing-masing. Perbedaan prioritas dari setiap oranglah yang menciptakan perbedaan itu. Untuk itu, tentunya tujuan dana darurat yang akan dibuat dapat berbeda dari satu orang dengan orang lainnya.

Contohnya adalah antara orang yang bekerja sebagai pegawai negeri dan seorang pengusaha. Seorang pegawai negeri tidak harus mencantumkan tujuan dana daruratnya untuk dana pensiun, namun besa halnya dengan pengusaha.

Pengusaha dapat menentukan salah satu tujuan dana daruratnya sebagai dana pensiun di hari tuanya kelak, sehingga saat tua nanti ia tak perlu bekerja terlalu keras.

  1. Perbanyak Alokasi Dana Darurat

Walaupun seumpama alokasi dana bulanan untuk dana darurat sudah banyak, ada baiknya seseorang memperbanyak sumbangan dana darurat. Cara ini akan membuat seseorang akan lebih cepat dalam mencapai target dana daruratnya. Semakin cepat target dana darurat tercapai, maka akan semakin tidak khawatir seseorang. Intinya, semakin cepat semakin baik.

Ada banyak cara untuk mendapat tambahan uang guna dialokasikan untuk dana darurat. Seseorang bisa menjual barang-barang bekasnya yang masih layak pakai. Walaupun terkesan tidak menarik, menjual barang-barang bekas bisa menjadi salah satu alternatif yang patut dicoba.

Banyak orang yang masih tertarik dengan barang-barang bekas untuk dibeli, apalagi jika barang tersebut merupakan barang branded. Selain menjual barang bekas, seseorang juga dapat berinvestasi dalam bentuk emas. Emas merupakan salah satu komoditi yang menguntungkan untuk menjadi barang investasi.

Seperti yang diketahui, harga emas dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Inilah yang membuat investasi emas menjadi sangat menguntungkan. Selain dua hal tersebut, masih banyak lagi cara untuk memperbanyak alokasi dana darurat yang dapat disesuaikan dengan kemauan dan kemampuan seseorang.

  1. Konsisten

Cara yang terakhir ini bisa disebut sebagai suatu keniscayaan. Segala sesuatu akan berhasil jika seseorang mau secara konsisten menjalaninya. Mempersiapkan dana darurat juga begitu.

Diperlukan kekonsistenan dalam menjalaninya. Sekeras apapun keinginan untuk mempersiapkan dana darurat, semulia apapun tujuan dana darurat yang disusun, tanpa sifat konsisten persiapan dana darurat bisa berujung dengan sebuah kegagalan. Tentu setiap orang tidak menginginkan hal tersebut terjasi.

Oleh sebab itu, seseorang haruslah senantiasa menanamkan sikap konsisten dalam mempersiapkan dana darurat. Sebuah hal yang wajar jika suatu hari seseorang merasa sangat tidak termotivasi untuk menabung dan merasa masa bodoh dengan dana darurat. Untuk itu, banyak metode yang dapat diterapkan agar seseorang dapat terus konsisten menabung dana darurat.

Saat merasa tidak termotivasi untuk menabung dana darurat, seseorang bisa mengingat kembali tujuan-tujuannya dalam mempersiapkan dana darurat. Bisa juga dengan cara memberi reward pada diri sendiri jika target nominal dana darurat bulanan dapat terpenuhi. Intinya adalah lakukan apapun kegiatan yang membuat diri menjadi termotivasi untuk terus mempersiapkan dana darurat.

Itulah penjelasan lengkap mengenai dana darurat beserta cara mempersiapkannya. Sejatinya, dana darurat merupakan salah satu hal penting dalam hidup yang tidak menentu ini. Diperlukan tujuan yang realistis dan sikap yang konsisten agar target dana darurat dapat terpenuhi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara mempersiapkan emergency fund atau dana darurat, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Cara Mudah Memotong Pengeluaran
Cara Investasi Emas
Apa Itu Hedonisme dan Mengapa Tak Baik untuk Keuangan Keluarga
Jangan Beli Jenis Barang Ini dalam Kondisi Baru
Tempat untuk Topup E-money
Apa Itu Personal Financial Planner? Apa Kerjanya?
Mengapa Jangan Tergantung pada Pendapatan Tunggal?
Tip Mengelola Keuangan untuk yang Punya Anak Kembar
Bagaimana Orang Bisa Menjadi Kaya?
Tips Mandiri untuk Kamu yang Masih Nebeng Orang Tua


Bagikan Ke Teman Anda