Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Hal-Hal yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sehingga terjadi proses transfer ilmu dari guru ke siswa. Sebagai suatu lembaga pendidikan, sekolah mengajarkan seluruh mata pelajaran yang dapat menjadi bekal intelektual di masa depan. Meski demikian, sekolah tidak bertanggung jawab untuk mengajarkan seluruh ilmu yang ada dalam kehidupan ini. Ada banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah, yang justru merupakan pelajaran berharga di masa mendatang

  • Mengenali scam

Apa itu scam? Scam merupakan salah satu bentuk tindakan yang direncanakan dengan tujuan untuk mendapatkan uang dengan cara menipu. Sederhananya, scam adalah tindak penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. Mengenali scam sangat penting agar kita mampu menghindar dan tidak menjadi korban penipuan. Sayangnya, pelajaran penting ini tidak diajarkan di sekolah. Cukup ironis, mengingat jumlah kasus aksi penipuan saat ini kian marak. Keterbatasan bahkan ketiadaan pengetahuan mengenai scam ini tentu akan semakin menambah banyak jumlah korban penipuan. Oleh sebab itu, penting mengajarkan kepada para siswa untuk mengenali dan menemukan scam sehingga mereka dapat berhasil dalam kehidupannya di masa depan.

  • Negosiasi

Sekolah memiliki banyak ruang kelas, tapi sedikit ruang untuk negosiasi. Negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial di mana para pihak yang terlibat berusaha untuk saling paham dan membuat kesepakatan atas tujuan yang berbeda. Di sekolah, guru sering kali lebih dominan dan berkuasa atas siswa, sehingga ketika siswa berusaha mendapatkan kesepakatan yang lebih baik, akan ditanggapi dengan kerutan alis  atau bahkan jari menunjuk ke arah pintu. Hal ini mengindikasikan tidak adanya negosiasi antara guru dengan siswa.

Kemampuan bernegosiasi sebenarnya amatlah penting dan bermanfaat bagi masa depan siswa. Jika kemampuan tersebut diajarkan dan dapat dikuasai oleh siswa, maka mereka akan lebih menggunakan otak dibandingkan otot ketika menghadapi suatu masalah. Tak hanya itu, kemampuan negosiasi juga sangat bermanfaat dalam dunia bisnis, sehingga dapat membantu siswa dapat membuat kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan ketika telah memasuki dunia kerja.

  • Bela diri

Entah sudah berapa banyak korban tindak kejahatan akibat gagal dalam membela diri. Tak bisa dipungkiri bahwa tindak kejahatan akan selalu ada meski hukum ditegakkan. Ada begitu banyak faktor yang menyebabkannya. Terlepas dari apa pun penyebabnya, tindak kejahatan jelas tidak bisa dibenarkan.

Faktanya, banyak orang berbahaya di luar sana yang dapat mengancam keselamatan jiwa, yang mencari kesempatan untuk melaksanakan niat jahatnya. Agar tetap aman, penting untuk mempelajari dasar-dasar ilmu mempertahankan diri, baik dalam hal kemampuan melindungi diri sendiri secara verbal maupun fisik. Pembelaan diri merupakan bagian integral dari kehidupan. Dengan kemampuan bela diri, selain dapat berguna untuk melindungi diri sendiri juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

  • Keadaan darurat dan pertolongan pertama

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Meski tidak sering, namun ada kalanya kita dihadapkan pada situasi dan kondisi darurat, seperti kecelakaan, tenggelam, atau lainnya yang membutuhkan pertolongan pertama dan penanganan segera. Sayangnya, pelajaran berharga ini tidak diajarkan di sekolah, sehingga ketika siswa menghadapi keadaan darurat, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengajaran pertolongan pertama akan sangat membantu seseorang ketika situasi serius terjadi di masa yang akan datang.

  • Belajar dari kegagalan

Tak sedikit siswa yang merasa gagal dalam belajar, sehingga menggerus tingkat kepercayaan dirinya. Beberapa guru mampu bertindak luar biasa dalam menangani anak-anak yang kesulitan mengerjakan tugas-tugas yang bahkan paling sederhana sekalipun. Mereka memberikan perhatian khusus dan membantu siswa yang kesulitan belajar, hingga memperoleh kembali kepercayaan dirinya.

Belajar dari kegagalan bukanlah tentang sekolah. Sebab, sekolah adalah tempat yang membuat setiap siswa tidak mengalami kegagalan sejak awal. Namun faktanya, ketika siswa tidak diajari cara belajar dari kegagalan, pada suatu saat menghadapi situasi terberat dalam hidupnya, mereka akan gagal.

Kegagalan bukanlah bencana dan akhir dari segalanya. Jika seseorang mampu belajar dari kegagalan, maka ia akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan bersikap. Tak hanya itu, ia juga akan berusaha memahami dan menemukan kesalahan yang telah dilakukan, dan memperbaikinya. Dengan demikian, belajar dari kegagalan justru akan semakin membuat seseorang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi hidup.

  • Memaafkan

Hal sederhana tetapi sulit dilakukan, yaitu memaafkan. Meski sederhana, tapi tak semua orang memiliki kemampuan untuk memaafkan segala perbuatan yang dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya. Akibatnya, menyimpan bawa dalam sekam, alias dendam. Hal ini tentu tidaklah baik.

Belajar cara membiarkan hal-hal konyol bahkan menyakitkan pergi dan melanjutkan hidup mungkin lebih bermanfaat. Sayangnya, memaafkan bukanlah suatu pelajaran penting yang menjadi materi dalam kurikulum pendidikan yang harus diajarkan di sekolah. Memaafkan merupakan proses yang membutuhkan kesabaran dan pengertian. Di sini, kita belajar untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, membantu kita memahami orang lain, dan membuat kita menjadi orang yang lebih sukses dalam hidup.

  • Mengatasi realita hidup yang keras

Banyak orang memiliki anggapan bahwa hidup itu tidak adil. Faktanya, realita hidup memang keras, tapi bukan berarti tidak adil. Maka dari itu, tak perlu memiliki pengharapan tinggi terhadap sesuatu, karena bisa menimbulkan rasa kecewa yang begitu dalam. Hidup berjalan tak selalu sesuai dengan keinginan dan harapan. Apa pun itu, hidup harus terus dilalui dengan baik.

Kenyataan pahit yang diterima, terkadang memberi pelajaran penting dalam memaknai hidup. Ketika kita berhasil berdamai dengan diri sendiri dan menerima realita hidup, maka kita akan hidup bahagia tanpa menyerah pada kepedihan stres yang ditimpakan oleh kehidupan dengan kejamnya kepada kita.

  • Uang bukanlah segalanya

Tanpa disadari telah tertanam dalam benak anak-anak bahwa mereka harus sekolah agar menjadi orang sukses di masa depan. Kesuksesan yang diwujudkan dengan limpahan materi, gaji tinggi, rumah besar, mobil mewah, dan lainnya. Anak-anak seolah telah didoktrin sejak dini bahwa kesuksesan hidup itu identik dengan banyak uang. Tak heran jika mereka lebih memprioritaskan uang dibandingkan nilai-nilai yang lebih berharga lainnya seperti kebahagiaan misalnya.

Banyak uang tidak selalu disertai dengan kebahagiaan. Bahkan, uang justru bisa menjadi racun apabila kita salah mengelolanya. Uang juga dapat menjerumuskan kita dalam keterpurukan hidup yang menyedihkan. Oleh sebab itu, penting untuk diajarkan sejak dini pada anak-anak bahwa uang bukanlah segalanya. Dengan demikian, mereka akan lebih mampu menghargai sesuatu tanpa didasarkan pada uang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang hal-hal yang tidak diajarkan di sekolah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Hal-hal yang Harus Anda Hindari Jika Ingin Menjadi Kaya
Financial Skill yang Harus Dipelajari di Sekolah
Keterampilan Yang Menguntungkan Untuk Dipelajari
Keterampilan Hidup (Life Skill) yang Harus Dipelajari Setiap Remaja
10 Hal yang Jarang Dibicarakan Dalam Menjalankan Bisnis
Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
Hal Sederhana yang Orang Kaya Lakukan, Tapi Tidak Dikerjakan Orang Miskin
Ajarkan Anak Keterampilan Penting Ini, Keterampilan yang Tidak Diperoleh di Sekolah
Hal Produktif yang Bisa Kamu Lakukan Saat Lagi Bosan
Hal-hal Berikut Seharusnya Diajarkan di Sekolah


Bagikan Ke Teman Anda