Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Beberapa Bisnis Lebih Berhasil Dibandingkan Yang Lain?

Berdagang atau berbisnis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan sumber penghasilan. Banyak orang menjalankan bisnis. Ada yang mulai merintis dengan modal seadanya, ada pula yang berani memulai dengan modal besar. Harapan terbesar tentu saja bisa meraih kesuksesan, di mana bisnis yang dijalankan berkembang yang ditandai dengan tingginya omzet, banyaknya cabang bisnis di berbagai daerah, atau yang lainnya.

Sayangnya tak semua bisnis mencapai kesuksesan yang diharapkan. Ada yang terseok berusaha bertahan dalam himpitan persaingan yang semakin ketat. Bahkan ada pula yang kolaps dan terpaksa menyerah pada keadaan. Di saat yang lain merasakan kesedihan akibat bisnisnya gagal, ada sebagian bisnis yang justru meraih sukses besar.

Diakui atau tidak fakta di lapangan memang demikian. Banyak konsumen yang antre dan menunggu untuk dilayani di salah satu gerai makanan, dan di saat yang sama gerai di sebelahnya justru menunggu pelanggan, padahal produk yang dijualnya pun tak kalah menarik. Lantas, apa yang membuat satu bisnis tampak lebih sukses dibandingkan dengan yang lainnya?

Keberhasilan suatu bisnis meraih sukses sudah pasti ada perjuangan keras dan cerdas dari sang pemilik (owner). Bukan berarti pemilik bisnis lainnya tidak berjuang untuk sukses. Hanya saja, tentu ada yang membedakan ‘perjuangan’ diantara keduanya, sehingga hasilnya pun berbeda. Berikut hal-hal yang membuat beberapa bisnis lebih berhasil dibandingkan yang lainnya.

  • Bersikap otentik

Banyak bisnis menjual produk yang sama dengan kualitas yang sama pula. Namun, keberhasilan yang diraih bisa saja berbeda. Apa penyebabnya?

Banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah sikap otentik yang ditunjukkan oleh pemilik bisnis dan tim kerja kepada pelanggannya. Pemilik bisnis yang sangat menghargai dan menghormati semua pelanggannya berpeluang mencapai kesuksesan besar. Mereka menikmati setiap momen ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan pelanggan. Tanpa basa-basi, tanpa kepura-puraan, dan pastinya penuh dengan ketulusan, dalam arti ketulusan melayani dan menjadi problem solver atas permasalahan yang dihadapi pelanggan terkait dengan produknya.

Sikap otentik dari pemilik bisnis tentu akan tercermin dari sikap dan cara tim kerja bisnis memberikan layanan kepada pelanggan. Tim kerja bisnis tak hanya sebagai mitra dalam bekerja tetapi juga sebagai pelaksana sekaligus garda depan dalam mengkomunikasikan ‘visi dan misi’ bisnis kepada pelanggan.

Pelanggan akan mengetahui bahkan merasakan dengan jelas kapan Anda dan tim kerja bisnis benar-benar tertarik dengan mereka, dan kapan Anda beserta tim kerja tidak tertarik dan tidak sabar ketika menghadapi mereka. Lagi-lagi mereka mampu melihat dan merasakan ketulusan Anda dalam melayani kebutuhan dan keinginan mereka. Sebab itu, sikap otentik dari pemilik dan tim kerja bisnis turut menentukan berhasil tidaknya suatu bisnis.

  • Kepribadian persuasif

Pernahkah Anda merasakan perubahan suasana yang awalnya santai, hangat, dan penuh canda tawa berubah menjadi tegang, hening, kaku, bahkan terpancar aura ketakutan ketika pemimpin memasuki ruangan meeting? Tentu tidak menyenangkan bukan? Bisakah Anda membayangkan, jika Anda-lah pemimpin itu? Artinya, kesan yang terbangun dalam pola pikir tim kerja Anda adalah Anda seorang pemimpin yang otoriter, bahkan bisa jadi karakter Anda dikenal sebagai ‘killer’, sehingga bukan respek yang mereka berikan, melainkan ketakutan.

Ketegangan yang tercipta karena ‘bos’ otoriter dan tidak ramah tentu akan tampak jelas dari cara tim bekerja, termasuk ketika berhadapan dengan pelanggan saat memberikan layanan. Sikap kikuk dan terkesan tidak nyaman karena kehadiran ‘sang bos’ tentu akan ditangkap oleh pelanggan. Secara tidak langsung, suasana yang tercipta pun menyebabkan pelanggan menjadi kurang nyaman.

Lain halnya apabila Anda sebagai ‘bos’ memiliki kepribadian yang persuasif, di mana Anda lebih terbuka dengan tim kerja, sehingga mampu menciptakan suasana yang santai dan lebih akrab. Anggota tim kerja akan bekerja dalam suasana yang nyaman, tanpa tertekan apalagi ketakutan. Tanpa disadari ada aura positif yang memancar dari bisnis, di mana anggota tim selalu terbangun semangatnya dan mengirimkan energi positif ke luar, termasuk dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Bersikap positif dan persuasif kepada tim kerja akan menular ke pelanggan sebagai penentu masa depan bisnis Anda.

  • Lebih tekun dan sabar

Apa yang akan Anda lakukan ketika kondisi ekonomi menurun sehingga bisnis sepi bahkan tanpa penghasilan sama sekali? Tidak sedikit yang memutuskan untuk menutup bisnisnya dan beralih ke bisnis lain yang dianggap lebih prospek. Padahal, beralih ke bisnis lain artinya harus memulai atau merintis bisnis dari awal, yang tentu justru membutuhkan biaya lebih besar jika dibandingkan dengan bertahan pada bisnis yang lama.

Itulah yang menyebabkan berhasil tidaknya suatu bisnis, ketekunan dan kesabaran. Kebanyakan pebisnis ingin memperoleh keuntungan sejak hari pertama mereka memulai bisnisnya. Harapannya, semakin cepat bisnis menguntungkan, maka semakin cepat pula bisa balik modal. Faktanya, tentu tidak selalu demikian.

Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran yang ekstra untuk bertahan dan meraih kesuksesan dalam bisnis. Di saat ekonomi terpuruk atau mengalami pertumbuhan yang negatif, tentu akan berdampak pada omzet yang merosot karena penghasilan menurun drastis. Untuk mengantisipasi melambatnya ekonomi, Anda harus menyadari sejak dini bahwa keuntungan bersih selama masa ekonomi normal penting untuk diperhitungkan. Hal ini dimaksudkan agar bisnis memiliki daya tahan yang memadai ketika ekonomi terguncang. Selain itu, ketekunan dan kesabaran yang melebihi standar pebisnis lainnya akan membawa Anda pada pencapaian hasil yang luar biasa. Pada prinsipnya, jangan menyerah terlalu cepat.

  • Bekerja dengan senang hati

Hasil dari pekerjaan yang dikerjakan dengan senang hati akan berbeda dengan pekerjaan yang dikerjakan dengan terpaksa. Demikian pula berlaku dalam bisnis. Ketika bisnis dijalankan dengan sepenuh hati dan ketulusan, maka hasilnya akan lebih maksimal dibandingkan dengan bisnis yang dijalankan dengan setengah hati.

Bagaimana bekerja dengan senang hati? Salah satunya adalah dengan mencintai bidang bisnis yang Anda tekuni dan jalankan. Anda mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa ‘pekerjaan yang menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar.” Benar saja, ketika menekuni bidang bisnis yang begitu Anda gemari, maka Anda akan selalu bersemangat dalam menjalankan dan mengembangkannya. Tidak ada keterpaksaan, karena Anda telah menyukainya sejak awal saat Anda mulai merintisnya. Semangat bekerja akan selalu menyala. Bahkan, Anda seolah tidak sedang bekerja, tetapi bermain dengan mainan yang paling Anda sukai dan gemari sehingga menciptakan hasil yang pastinya bermanfaat secara finansial.

  • Percaya akan kualitas produknya

Meyakinkan pelanggan akan kualitas produk yang menjadi inti bisnis tidaklah mudah, apalagi sampai memenangkan persaingan. Pasar tidak akan pernah tahu kualitas produk dari bisnis Anda, jika Anda tidak memperkenalkan dan menginformasikan keunggulannya. Bahkan, akan fatal akibatnya apabila Anda sendiri tidak yakin dengan produk yang dijual atau layanan yang ditawarkan.

Selama Anda tidak mampu menunjukkan keunggulan dan kualitas dari produk dan layanan bisnis Anda, maka jangan harap Anda dapat menjangkau pasar secara luas apalagi memenangkan persaingan. Mereka yang sukses mengelola bisnisnya adalah orang-orang yang percaya akan kualitas produk dan layanannya. Mereka mampu meyakinkan pelanggan bahwa produk dan layanan yang mereka tawarkan memiliki kualitas dan keunggulan yang lebih dibandingkan dengan produk lain.

Adanya keyakinan yang terbangun dalam diri pelanggan, akan mendorong pelanggan untuk membeli produk tersebut. Untuk itu, setiap strategi yang diambil untuk meyakinkan pelanggan merupakan cerminan dari keberanian pebisnis yang sukses. Apa yang mereka tawarkan akan terdengar otentik dan meyakinkan, sehingga pelanggan terdorong untuk membuktikannya langsung dengan melakukan pembelian. Hal inilah yang menjadikan pebisnis yang berhasil memiliki kesempatan untuk mendominasi pasar.

  • Memiliki tim kerja terbaik

Sehebat apapun skill Anda dan sebanyak apapun modal finansial yang Anda miliki untuk menjalankan bisnis, Anda tidak akan bisa sendirian. Anda tidak bisa mengendalikan tanggung jawab di semua unit kerja perusahaan seorang diri. Anda membutuhkan tim kerja.

Bisnis yang lebih berhasil dibandingkan bisnis lainnya umumnya memiliki tim kerja yang solid dan terbaik di bidangnya. Dengan adanya tim kerja, mereka bisa mendelegasikan tugas harian, sehingga mereka dapat mendedikasikan waktunya untuk mengembangkan perusahaan dan menerapkan ide-ide baru guna menciptakan inovasi.

Tim kerja menentukan masa depan bisnis. Oleh sebab itu, penting untuk membangun tim kerja terbaik, di mana para anggotanya merupakan orang-orang yang memang berkompeten dan profesional di bidang kerjanya. Secara prinsip, kualitas Anda tercermin dari tim kerja Anda, yang mampu bersinergi dalam bekerja dan memajukan perusahaan. Jadi, pebisnis yang sukses cenderung memiliki tim kerja yang lebih andal.

  • Lebih mengenal pasar

Kemampuan mengetahui dan mengenal pasar penting bagi setiap pelaku bisnis. Bagaimana bisa menjangkau target pasar jika tidak mengetahui apalagi mengenal pasar yang akan disasar? Tentu akan sulit. Pebisnis yang lebih berhasil dibandingkan yang lain, salah satunya karena mereka lebih mengenal pasar. Hal ini menjadikan mereka dapat lebih mudah merumuskan dan menarapkan strategi yang tepat untuk menjangkau pasar yang akan disasar.

Upaya mengenal pasar tentu harus dilakukan jauh sebelum bisnis dimulai. Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan observasi, riset pasar, atau melibatkan calon pelanggan dengan menanyakan langsung mengenai kebutuhan mereka. Bertanya langsung kepada pelanggan merupakan cara yang tepat untuk memeriksa ‘denyut nadi’ pasar sasaran. Selain itu, ‘cek ombak’ juga terhadap strategi pesaing. Apa yang mereka lakukan dan lihat hasilnya. Jika strategi pesaing berhasil menarik pasar, maka Anda bisa mengadopsi dan ‘memodifikasi strategi’ tersebut agar hasilnya lebih efektif. Intinya, jangan lengah dan cari terus apa yang dilakukan pesaing, sehingga tidak ada momentum atau kesempatan yang terlewatkan untuk merebut pasar.

  • Memiliki keunggulan kompetitif

Suatu bisnis lebih berhasil dibandingkan bisnis lainnya tentu bukan semata-mata faktor keberuntungan. Ada sesuatu yang pasti dimiliki oleh bisnis berhasil, tetapi tidak dimiliki oleh bisnis yang mengalami kegagalan, yaitu keunggulan kompetitif.

Keunggulan kompetitif merupakan kemampuan lebih yang ditunjukkan melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Bisnis yang lebih berhasil umumnya memiliki nilai jual yang unik sehingga menjadi ciri khas yang membedakan dari bisnis lain yang menjadi pesaingnya.

Bisnis yang lebih berhasil cenderung memiliki keunggulan kompetitif pada produk dan layanan yang tidak ditemukan pada produk dan layanan pesaing. Misalnya pemberian masa garansi lebih lama, jaminan waktu pengiriman yang lebih cepat, fast respond atas segala permasalahan pelanggan, dan lain sebagainya. Keunggulan-keunggulan seperti ini yang ditawarkan tentu akan lebih menarik di mata pelanggan, dibandingkan dengan membeli produk yang sama di tempat lain yang tidak memiliki keunggulan tersebut.

  • Memiliki kepedulian yang tinggi pada pelanggan

Mungkin dianggap hal kecil sehingga sering kali diabaikan, namun sejatinya kepedulian yang tinggi kepada pelanggan justru mampu memperpanjang usia bisnis secara berkelanjutan. Kepedulian kepada pelanggan akan menghasilkan kepuasan dalam diri pelanggan atas empati yang diberikan oleh perusahaan.

Inilah yang membedakan bisnis yang lebih berhasil dengan yang tidak. Kepedulian pada pelanggan yang diwujudkan dengan kehadiran perusahaan di berbagai lini media sosial yang selalu siap membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi pelanggan. Dengan begitu, perusahaan lebih mudah diakses oleh pelanggan. Perusahaan harus memastikan bahwa mereka hadir untuk menjawab pertanyaan dan mengatasi kekhawatiran pelanggan. Tentu akan sulit untuk menghubungi seluruh pelanggan satu per satu. Namun, dengan kehadiran perusahaan di berbagai lini media sosial atau hotline yang disediakan, setidaknya pelanggan tahu dan dapat merasakan kepedulian perusahaan.

Sering kali muncul pertanyaan, apa rahasia menjadi pengusaha yang lebih sukses? Tentu bukan semata-mata keberuntungan. Ada ‘bumbu-bumbu’ lain yang diracik sedemikian rupa sehingga aromanya mampu menarik indera penciuman pasar sasaran, dan menjadi pelanggan yang loyal. Mulai dengan mengetahui apa yang diinginkan oleh pasar sasaran. Dengan demikian, pebisnis bisa meramu strategi yang tepat untuk mewujudkan keinginan dari pasar yang ingin disasarnya dan berhasil menjadi pemenang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa beberapa bisnis lebih berhasil dibandingkan yang lain, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Price Discrimination (Diskriminasi Harga)
Contoh Bisnis dengan Skema Ponzi di Indonesia
Apa Itu Benchmarking?
Contoh Tanda Terima Barang
Apa itu Piutang Usaha (Account Receivable)?
Cara Membuat Contingency Plan
Untung Rugi Bisnis Barbershop
Definisi Walk In Costumer
Apa itu Return on Assets (ROA)?
12 Ide Bisnis Online yang Bisa Dimulai 2021


Bagikan Ke Teman Anda