Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?

Pengusaha vs Karyawan, satu memberikan peluang tanpa akhir dan yang lainnya memberi batasan peluang.

Anda mungkin menyukai keuntungan yang diberikan oleh kewirausahaan. Namun, jika Anda tidak memiliki skill untuk menangani kerugian yang menyertainya, maka Anda akan gagal dan harus kembali bekerja sebagai Pegawai/Karyawan.

Menjadi pengusaha maupun karyawan merupakan pilihan masing-masing, dan tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  • Penghasilan

Seorang karyawan menerima gaji tetap setiap bulan/minggu sesuai dengan angka yang tertulis dikontrak kerja. Butuh tenaga ekstra bagi seorang karyawan untuk mendapatkan gaji lebih, salah satunya dengan mengambil jam kerja lebih/lembur.

Sedangkan pengusaha mempunyai penghasilan yang tidak tetap, penghasilannya bergantung pada kemajuan bisnis/usaha yang dikelola.

Disatu sisi, seorang pengusaha berpeluang untuk mendapatkan penghasilan yang tak terbatas. Namun, disisi lain besar kemungkinan juga tidak mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan yang diharapkan, saat kondisi bisnis/usahanya sedang tidak stabil.

  • Jam Kerja

Seorang karyawan biasanya memiliki hari kerja dan jam kerja yang tetap.

Sedangkan seorang pengusaha memiliki jam kerja yang fleksibel, karena tidak ada keterikatan jam kerja dari pihak manapun.

Namun diawal memulai bisnis, seorang pengusaha harus bekerja lebih dari jam kerja para karyawan. Karena diawal rintisan, perusahaan dituntut untuk melawan pesaing, membangun nama, dll.

Dan setelah bisnisnya mulai berkembang, seorang pengusaha mulai mempunyai jam kerja yang lebih santai serta dapat diatur sesuai keinginan.

  • Risiko

Seorang karyawan meskipun secara finansial dijamin, namun tetap saja tidak memiliki keamanan kerja 100%, tetap ada risiko yang harus dihadapi. Seperti saat kondisi pandemi seperti sekarang, karyawan menghadapi risiko antara tidak digaji atau kehilangan pekerjaan (PHK).

Sedangkan pengusaha dihadapkan dengan beragam risiko yang melibatkan diri pribadi maupun pihak lain. Salah satunya risiko masalah keuangan seperti terlilit hutang, kerugian, penipuan, dan hal buruk lainnya yang sering berada dilingkungan pengusaha.

  • Tanggung Jawab

Seorang karyawan dituntut untuk bertanggung jawab atas segala pekerjaan yang diberikan atasan, dituntut untuk bekerja secara maksimal dan mencapai target sesuai harapan atasan.

Sedangkan pengusaha, dituntut untuk bertanggung jawab atas segala tindakan perusahaan dalam setiap aspek. Seorang pengusaha tidak hanya harus fokus pada pekerjaannya, tapi juga harus mengelola dan mengawasi setiap pekerjaan karyawannya.

Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, beban yang ditanggung juga bertambah. Tentunya tanggung jawab seorang pengusaha lebih besar dari tanggung jawab seorang karyawan.

  • Masa Kerja

Tidak ada batasan usia bagi seorang pengusaha, ia dapat terus bekerja selama yang diinginkan, karena kendali ada ditangannya.

Berbeda dengan seorang karyawan yang harus pensiun berdasarkan kriteria usia yang umumnya 60 tahun. Namun dapat bervariasi tergantung jenis pekerjaannya.

Masa kerja seorang karyawan juga dapat diakhiri dengan diakhirinya kontrak yang dibuat oleh atasan.

  • Situasi Ekonomi

Bagi pengusaha sangat penting untuk menganalisis terlebih dahulu industri pasar, ekonomi Negara, kondisi ekonomi Dunia dan lain-lain.

Misalnya saat ini, dengan adanya pandemi covid-19 ekonomi dunia sedang mengalami penurunan termasuk Indonesia.

Banyak pengusaha yang harus menutup usahanya karena tidak mampu bertahan ditengah pandemi. Oleh karena itu seorang pengusaha perlu mempertimbangkan pro dan kontra dan harus memasuki pasar pada waktu yang tepat.

Namun, bagi seorang karyawan situasi ekonomi tidak banyak berpengaruh. Kecuali ketika tidak ada kepastian tentang pekerjaan, gaji, bonus, tunjangan, dll.

Secara garis besar dapat disimpulkan, bahwa seorang karyawan akan terus berkutat pada rutinitas pekerjaan yang telah diatur dalam kontrak kerja, serta fokus mengerjakan apa yang diperintah oleh atasan. Tentunya itu akan membuat seorang karyawan agak sulit untuk mengembangkan diri.

Seorang karyawan akan semakin bagus kariernya jika bekerja dilingkungan yang nyaman. Seperti di perusahaan yang bonafide, memiliki goal oriented serta jiwa kompetitif tentunya akan menjadi tolak ukur seorang karyawan untuk mendapatkan promosi jabatan serta kenaikan gaji.

Menjadi seorang pengusaha tentunya memerlukan keahlian yang berbeda. Sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengerti tren pasar dan memetakan segmentasi konsumen, memiliki pikiran yang inovatif, kreatif, dan keinginan untuk maju.

Karena seorang pengusaha harus menyadari bahwa keuntungan/penghasilan yang didapatkan bergantung pada seberapa besar perkembangan bisnis/usaha yang dikelola.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang pengusaha vs karyawan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tanda-Tanda Anda Adalah Karyawan Yang Buruk
Cara Merekrut Karyawan Ala Mafia Manager
Modus Karyawan untuk Mencuri Uang Perusahaan
5 Tips Kredit Mobil bagi Karyawan Bergaji Pas-Pasan
Perbedaan Pola Pikir Enterpreneur Vs Salary Man (Pengusaha vs Karyawan)
Apa Itu Employee Stock Option Program?
Keuntungan Company Trip bagi Karyawan
Inilah Alasan Orang Lebih Senang Menjadi Karyawan
Kesalahan Umum Pengusaha UMKM
Apa itu Revenue Per Employee?


Bagikan Ke Teman Anda