Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Reksadana Terbuka vs Tertutup

Salah satu produk investasi yang sedang naik daun di Indonesia adalah reksadana. Dalam kategorinya, reksadana sendiri dibagi menjadi reksadana terbuka dan reksadana tertutup. Reksadana merupakan produk pasar modal yang tersedia dalam berbagai jenis. Anda bisa memilih berbagai jenis reksadana sesuai dengan tujuan investasinya, waktu investasi, hingga tingkat toleransi terhadap risiko investasi tersebut.

Reksadana sendiri sudah dipayungi oleh UU Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Pasal 18 ayat 1. Untuk reksadana terbuka dan tertutup merupakan bagian dari reksadana berbentuk perseroan terbatas. Dimana pada reksadana satu ini, perusahaan penerbit mampu menghimpun dana dengan menjual saham. Kemudian dana hasil penjualan saham diinvestasikan pada berbagai efek yang diperjualbelikan pada pasar modal atau pasar uang melalui manajer investasi.

Nah, bagi yang berminat berinvestasi di reksadana perseroan terbatas, perlu tahu terlebih dulu apa perbedaan reksadana terbuka dan tertutup. Berikut ulasan selengkapnya.

Pengertian Reksadana Terbuka (Open-End Fund)

Reksadana terbuka merupakan produk investasi yang dinaungi oleh UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Pada Pasal 18 ayat 2, reksadana terbuka berarti sebuah reksadana yang dapat menawarkan serta membeli kembali saham-saham atau unit dari pemodal sampai dengan jumlah modal yang telah dikeluarkan.

Jadi jenis reksadana ini merupakan produk yang pembelian unitnya bisa dilakukan kapanpun. Produk reksadana terbuka pun cukup beragam. Antara lain:

1. Reksadana pasar uang

Merupakan reksadana dengan investasi pada efek yang sifatnya utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun serta memiliki deposito perbankan.

2. Reksadana saham

Merupakan reksadana denga investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya yang memiliki efek sifat ekuitas.

3. Reksadana pendapatan tetap

Merupakan reksadana dengan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek hutang atau obligasi.

4. Reksadana campuran

Jenis reksadana ini memiliki investasi dalam sifat ekuitas dan efek bersifat utang. Perbandingannya tidak termasuk reksadana saham serta reksadana pendapatan tetap.

Semua produk reksadana terbuka adalah yang umum dan menjadi pilihan investasi masyarakat, termasuk Indonesia. Jenis reksadana ini juga memiliki laporan kinerja yang bisa dilihat dalam waktu mingguan, bulanan, sampai tahunan.

Pengertian Reksadana Tertutup (Close-End Fund)

Reksadana tertutup merupakan kebalikan dari reksadana terbuka. Yakni reksadana yang tidak dapat membeli kembali saham-saham atau unit yang sebelumnya telah dijual kepada investor. Bentuk reksadana tetutup salah satunya adalah reksadana terproteksi dimana portofolio mayoritasnya merupakan obligasi dan efek hutang.

Pemegang saham tidak dapat menjual kembali sahamnya kepada manajer investasi atau perusahaan aset manajemen. Jika pemilik saham hendak menjual saham tersebut, maka harus dilakukan melalui bursa efek tempat dana tersebut dicatat.

Harga reksadana tertutup dapat berubah-ubah dengan pengaruh kekuatan permintaan dan penawaran. Hal ini sama halnya dengan fluktuasi harga saham perusahaan publik lainnya. Harga pasar tersebut tidak selalu sama dengan Nilai Aktiva Bersih per sahamnya. Sebab ada kalanya harganya lebih besar dari Nilai Aktiva Bersih per saham (at premium) atau lebih kecil dari Nilai Aktiva Bersih per sahamnya (at discount).

Perbedaan Reksadana Terbuka dan Tertutup

1. Proses penjualan saham

Pemegang unit saham terbuka dapat menjual kembali saham unit penyertaannya jika diinginkan. Saham yang diterbitkan dijual pada harga yang sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih. Nilai Aktiva Bersih pertama kali ditetapkan sebesar Rp 1000 untuk per sahamnya. Sementara selanjutnya akan dihitung setiap hari pada akhir hari tersebut.

Pada reksadana tertutup, pemegang saham tidak dapat menjual kembali sahamnya kepada Manajer Investasi. Jika pemilik saham hendak menjual saham tersebut, maka dilakukan melalui bursa efek tempat saham reksadana dicatatkan. Harga pasar dari saham reksadana satu ini dapat berubah-ubah dengan permintaan dan penawaran yang begitu kuat mempengaruhinya.

2. Sifat penawaran

Reksadana terbuka memiliki sifat penawaran umum dimana bisa ditawarkan kepada investor secara terus menerus. Hal tersebut memang sesuai dengan prinsip dasar dari reksadana terbuka. Sementara sifat penawaran reksadana tertutup hanya melalui right issue saja. Namun keduanya sama-sama memiliki izin operasional dari Bapepam dengan minimal modal yang disetor pada saat pendirian sebesar 1% dari modal dasar.

3. Proses pembelian kembali

Dalam proses pembelian kembali, pemegang saham di reksadana terbuka dapat menjualnya kembali kepada perusahaan penerbit reksadana. Sementara untuk reksadana tertutup, proses pembelian kembali dilakukan pemegang saham melalui bonus.

4. Aliran dana

Reksadana terbuka memiliki aliran dana yang sifatnya terus menerus. Frekuensi dalam menghitung Nilai Aktiva Bersih pun dilakukan setiap hari. Sementara untuk reksadana tertutup, aliran dananya tidak ada dan penghitungan Nilai Aktiva Bersih dilakukan seminggu sekali.

5. Pengaruh transaksi dalam jumlah banyak

Reksadana tertutup mampu mempengaruhi harga-harga saham karena pembeliannya berdasarkan demand and supply. Sementara reksadana terbuka tidak mempengaruhi harga saham meskipun transaksinya dalam jumlah banyak. Sebab harga saham yang diperdagangkan sesuai dengan NAV/NAB atau Nilai Aktiva Bersih.

Nilai Aktiva Bersih ini merupakan harga wajar dari portofolio suatu reksadana setelah dikurangi biaya operasional. Kemudian keduanya dibagi dalam unit penyertaan yang telah beredar di masa itu.

6. Keuntungan

Reksadana terbuka memiliki keuntungan berupa persedoan yang terdiri dari dividen income, capital gain distribution, serta net change NAV. Dividen income sendiri merupakan dividen per saham yang diberikan kepada pemegang saham.

Sedangkan capital gain distribution merupakan capital gain dari transaksi efek yang dibayarkan kepada pemegang saham reksadana. Net change NAV sendiri merupakan perubahan bersih NAV yang terjadi pada hari itu. Sementara pada reksadana tertutup, keuntungan yang diperoleh investor sama seperti pemegang saham. Yakni dividen, saham bonus, serta capital gain.

Nah itulah perbedaan reksadana terbuka dan tertutup. Semoga bisa menambah wawasan kamu. Amiin.

 Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan reksadana terbuka vs tertutup, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) vs Surat Utang Negara (SUN)
Perbedaan Antara Asuransi Term Life Dengan Whole Life
Apa itu Stock Split?
Apa Perbedaan Reseller vs Dropshipper?
10 Tip Investasi Sederhana bagi Siapa Saja
Di Mana Tempat Investasi Emas?
Apa itu Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Cara Membuka Rekening Saham
Apa itu Savings Bond Ritel (SBR)?


Bagikan Ke Teman Anda