Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Banyak Startup Gagal Sebelum Sukses

Belakangan ini banyak bermunculan startup startup atau perusahaan perusahaan rintisan di dunia bisnis Indonesia. Namun hanya sebagian kecil dari startup tersebut yang bisa mengecap kesuksesan. Baik itu perusahaan rintisan teknologi maupun non teknologi, mayoritas dari mereka gagal dipasaran.

Mengapa demikian, berikut ini 6 penyebab mengapa banyak perusahaan rintisan /startup yang gagal di pasaran.

1. Ada masalah di produk yang mereka luncurkan

Produk adalah inti dari sebuah bisnis. Tanpa sebuah produk yang memuaskan konsumen, seberapa gencarpun pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan, maka perusahaan tersebut akan gagal.

Banyak dari startup yang meluncurkan sebuah produk yang unik. Namun seringkali produk tersebut tidak dibutuhkan oleh pasar atau dibutuhkan tapi harus banyak revisi.

Revisi pada produk terutama produk dari perusahaan rintisan adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi sebelum menirikan perusahaan atau meluncurkan produk alangkah lebih baiknya jika anda menanyakan hal ini kepada diri anda dan tim anda sendiri:

  • Apakah produk yang akan saya luncurkan?
  • Bagaimana cara produk saya dibuat?
  • Siapakah perusahaan lain yang memproduksi produk dengan jenis yang sama atau subtitusi dengan produk yang saya buat?
  • Apa keunggulan produk saya dibandingkan dengan produk yang sama atau mirip dari perusahaan tersebut?

Sebelum meluncurkan sebuah bisnis rintisan atau startup, ada baiknya juga anda melakukan riset pasar. Riset pasar ini meliputi riset kebutuhan dan perilaku konsumen, pesaing dan lain lain.

Lalu rencanakan strategi berdasarkan hasil riset tersebut. Dengan merencanakan strategi ini, anda bisa menciptakan produk yang tepat dan diluncurkan diwaktu yang tepat pula.

2. Entrepreneur vs Businessman Mindset

Entrepreneur mindset adalah pola pikir yang anda butuhkan untuk merencanakan sebuah bisnis. Sedangkan businessman mindset adalah pola pikir yang anda butuhkan untuk mengeksekusi sebuah bisnis.

Apa bedanya? Entrepreneur Mindset adalah pola pikir untuk merealisasikan ide saja tetapi Businessman Mindset adalah pola pikir untuk menciptakan keuntungan dari ide tersebut. Mindset ini termasuk mendefinisikan KPI, memilih orang orang yang tepat dan mengelola sumber daya baik manusia maupun alat dan bahan baku untuk mncapai target KPI yang dibutuhkan.

Banyak pendiri startup yang gagal dalam merubah dirinya dari entrepreneur mindset ke businessman mindset. Tetapi kegagalan ini adalah hal yang wajar terlebih jika hal ini adalah percobaan pertama. Skill ini memang tidak diajarkan di sekolah namun perlu dilatih.

3. Tim management yang lemah

Tim management yang lemah bisa terjadi di banyak sektor mulai dari produksi hingga pemasaran. Hal ini dapat menyebabkan banyak hal mulai dari membuat produk yang tidak sesuai dengan yang direncanakan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen hingga strategi pemasaran yang keliru untuk menarget konsumen tertentu.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi. Mulai dari salah rekrut anggota tim hingga salah menentukan KPI dan SOP (standard operating procedure).

Penting juga bagi anda untuk memiliki seorang Co-Founder. Co-Founder ini bisa saja merupakan kawan dekat anda atau orang yang sangat anda percayai. Selain membantu anda dalam mengelola team, seorang Co-Founder juga dapat mengingatkan anda ketika anda kurang fokus atau sedang ada masalah diluar pekerjaan.

4. Salah dalam menentukan alokasi investasi

Perusahaan rintisan atau startup sangat bergantung pada investasi dalam hal permodalan. Dengan jumlah permodalan yang tidak terlalu banyak, perusahaan dituntut untuk menciptakan untung yang banyak.

Hal ini tentu menuntut perusahaan untuk mampu mengalokasikan dana investasi yang mereka dapatkan sebaik dan seefisien mungkin. Disinilah perencanaan bisnis mnjadi sangat penting. Karena dalam perencanaan tersebut anda harus menyusun skala prioritas perusahaan anda dalam menggunakan investasi yang anda dapatkan.

Banyak perusahaan rintisan yang gagal dalam hal ini. Memang secara teoritis sebuah bisnis tidak akan langsung untung ketika baru saja didirikan. Namun sebagai seorang businessman anda harus mampu mengatur modal ini sedemikian rupa sehingga bisa menciptakan untung ketika waktunya tiba.

5. Kurang fokus

Anda bisa saja mendirikan sebuah perusahaan rintisan milik anda sendiri sembari bekerja di perusahaan lain. Meskipun hal ini meningkatkan pengalaman dan jaringan anda dalam berbisnis, hal ini juga akan mengurangi fokus anda dalam menumbuhkan perusahaan anda sendiri.

Kurangnya fokus menjadi salah satu penyebab utama gagalnya perusahaan startup menurut publikasi statista.com pada tahun 2017. Oleh karena itu perlu bagi anda untuk mencurahkan fokus anda sebanyak mungkin kepada perusahaan rintisan yang anda dirikan.

6. Over optimistic

Ketika mendirikan sebuah bisnis pasti anda ingin bisnis tersebut sukses. Akan tetapi penting bagi anda untuk menentukan target dan KPI yang realistik. Untuk mendefinisikan bagaimana target dan KPI yang realistik ini, mau tidak mau anda harus melakukan riset terus menerus tidak hanya diawal bisnis melainkan juga saat bisnis anda berjalan.

Karena hasil riset tersebut akan anda gunakan sebagai tolok ukur penetuan KPI, target dan keputusan lainnya dimasa depan. Optimis dalam berbisnis itu perlu, namun optimisme ini harus didasarkan pada data sehingga lebih realistik.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendirikan startup adalah ungkapan bahwa mendirikan sebuah perusahaan rintisan atau startup itu seperti layaknya membesarkan anak. Dibutuhkan banyak waktu, dedikasi dan usaha untuk membesarkan perusahaan tersebut.

Oleh karena itu kegagalan dalam mendirikan sebuah perusahaan startup bukanlah hal yang asing. Karena dalam sebuah kegagalan terdapat banyak pelajaran yang dibutuhkan untuk menuju kesuksesan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa banyak startup gagal Sebelum Sukses, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Gagal Buat Startup? Bikin Startup Baru Lagi Saja!
4 Kesalahan yang Banyak Dilakukan Para Pendiri Startup
Apa itu Bank Gagal Berdampak Non-Sistemik?
Ciri-ciri Orang yang Akan Gagal Menjadi Pengusaha
Alasan Seorang Sales Gagal dalam Menjual
10 Kesalahan yang Bakal Mengakhiri Bisnis Startup Kamu
Mengapa Orang Pintar Gagal Mengembangkan Potensi Mereka?
Haruskah Drop Out (DO) untuk Fokus Membangun Startup?
Ini Dia Pengetahuan Tak Tertulis yang Perlu Diketahui Pelaku Startup
Tip Mencari Ide Nama Perusahaan


Bagikan Ke Teman Anda