Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Uang Fiat dan Uang Komoditas

Uang bukan hal baru dalam kehidupan manusia. Telah menjadi alat tukar selama kurang lebih 3.000 tahun, mata uang yang pertama kali tercatat dalam sejarah ada di tahun 660 SM. Menurut catatan sejarah, uang tersebut adalah mata uang yang dibuat oleh Raja Alyattes di Lydia, sekarang menjadi wilayah Turki. Koin pertama yang pernah ditemukan memiliki tekstur singa yang sedang mengaum.

Saat ini, uang bisa didapatkan dalam berbagai macam bentuk. Yang paling banyak beredar dan awam digunakan masyarakat tentunya adalah uang koin dan uang kertas. Walaupun masyarakat modern sudah mulai lebih sering menggunakan uang elektronik. Uang yang kita gunakan sekarang adalah uang fiat dan uang komoditas. Apa bedanya?

Apa Itu Uang Komoditas?

Uang komoditas adalah uang yang nilainya didapatkan dari komoditas yang dibuatnya. Kalau membaca definisinya saja, wajar saja banyak yang tidak mengerti. Uang komoditas adalah beragam benda yang memiliki nilai atau kegunaan, yang biasa disebut dengan nilai intrinsik. Nilai yang dimiliki uang komoditas ini bisa digunakan untuk membeli barang. Dengan kata lain, uang komoditas adalah benda apa pun yang bisa digunakan untuk barter, terutama di masa lalu.

Beberapa contoh uang komoditas adalah emas, perak, tembaga, sytra, alkohol, kopi, teh, biji coklat, garam, dan lain-lain. Uang komoditas tidak terbatas bentuknya dan tergantung dari kultur masyarakat setempat.

Selama masih bisa digunakan untuk alat tukar, maka benda tersebut masih bisa disebut sebagai uang komoditas. Misalnya, di suatu wilayah yang dianggap berharga adalah jagung. Tetapi di wilayah lainnya yang dianggap berharga asalah beras. Keduanya bisa dimasukkan ke dalam kategori uang komoditas.

Uang Komoditas yang Paling Diakui Secara Global

Awalnya, uang komoditas mencakup segala barang yang bisa digunakan sebagai alat tukar. Namun dalam perkembangannya, uang komoditas menjadi berbeda dengan alat barter, meski konsepnya serupa. Sebuah barang harus punya nilai yang berdasarkan komoditas dan diakui oleh semua orang.

Contohnya: pernah terjadi dalam sejarah, alat tukar yang diakui memiliki nilai komoditas dan punya nilai dan harga tetap adalah rokok. Jadi dalam perdagangan, alat tukar yang diterima hanya rokok. Kenapa? Karena pada saat itu rokok dijual dengan harga yang tetap, jadi proses transaksi jauh lebih lancar.

Bayangkan jika nila alat tukar berbeda-beda. Tentu setiap transaksi kecil pun jadi lebih merepotkan karena harus ada perdebatan dan tawar-menawar soal nilai alat barter. Namun, jenis uang komoditas yang paling diakui secara global adalah logam. Terutama emas dan perak.

Sejarah Uang Komoditas

Sama halnya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan ekonomi, tidak diketahui secara pasti kapan tepatnya orang mulai menggunakan uang komoditas. Ada yang berpendapat bahwa uang komoditi ditemukan buktinya di Mesopotamia dan Mesir Kuno. Tapi nyatanya praktik penggunaan uang komoditas sudah berjalan sebelum masa tersebut.

Yang pasti, menurut para sejarawan dan antropolog, uang komoditas adalah bentuk evolusi dari sistem barter. Uang komoditas nilainya telah diterima secara umum oleh para pelaku pasar sebagai alat tukar yang dapat memfasilitasi transaksi barang dan jasa. Uang komoditi yang nilainya sudah diakui secara umum membuat masyarakat lebih mudah dalam bertransaksi.

Logam Sebagai Uang Komoditas

Banyak negara kini menggunakan emas dan perak untuk uang koin mereka. Biasanya nilai komoditasnya dihitung berdasarkan kemurnian dan berat logam tersebut. Uang koin yang nilainya rendah maka kandungan logamnya lebih sedikit dan ukurannya cenderung lebih kecil. Sementara uang koin yang kandungan logamnya tinggi maka nilainya juga tinggi.

Di negara koloni Amerika, uang koin yang pertama kali boleh dipergunakan adalah Dolar Spanyol. Uang ini digunakan pada tahun 1600-an hingga 1700-an sebagai mata uang tidak resmi. Uniknya, sebagai uang kembalian, uang Dolar Spanyol ini dipotong-potong. Potongannya ini juga masih berharga dan bisa dibelanjakan.

Emas Sebagai Uang Komoditas

Karena nilainya yang sangat berharga, emas diakui tidak hanya sebagai uang komoditas, tetapi juga uang fiat. Semenjak emas ditemukan pertama kali, emas telah menjadi barang berharga yang bisa diakui di negara mana pun di dunia. Kalau uang komoditi lain seperti minyak dan tembakau bisa habis, memang bentuknya padat dan tidak akan habis selama masih kita simpan.

Emas telah dianggap sebagai barang berharga semenjak masa kerajaan kuno di masa lalu. Seiring berjalannya waktu, emas telah memiliki kekuasaan menjadi penentu nilai komoditas bagi uang komoditas lain yang tidak pernah goyah. Bahkan Amerika Serikat membuat sistem moneternya berdasarkan standar emas hingga tahun 1970-an.

Kelebihan Uang Komoditas

Uang komoditas memiliki beberapa kelebihan jika dibanding dengan beberapa jenis uang lainya, yaitu:

  1. Menurunkan Inflasi

Uang komoditas nilainya didasarkan pada fisik. Jadi tidak rentan saat terjadi devaluasi akibat inflasi. Misalnya nilai emas yang tidak terlalu terpengaruh karena inflasi. Apa pun keadaannya, emas tetap dianggap sebagai barang berharga.

  1. Tidak Terpengaruh oleh Pemerintah

Pemerintah memiliki kontrol yang minim pada uang komoditas. Kecuali jika pemerintah suatu negara memegang monopoli total atas sumber daya uang komoditas tersebut. Karena kontrol yang minim, maka nilai uang komoditas tidak dapat diubah dengan mudah oleh pemerintah.

  1. Nilai Intrinsik

Uang komoditas memiliki nilai intrinsik karena bahan bakunya yang berharga. Karena itu, uang komoditas dianggap lebih dapat diterima untuk memfasilitasi pertukaran.

Kekurangan Uang Komoditas

Meski memiliki banyak kelebihan, bukan berarti uang komoditas itu sempurna alias tanpa kekurangan. Masih ada beberapa kekurangan uang komoditas diantaranya:

  1. Mudah Rusak

Uang komoditas yang bukan terbuat dari logam, cenderung mengalami devaluasi dari waktu ke waktu. Contoh uang komoditas yang mudah rusak misalnya minyak dan bahan makanan atau minuman seperti gandum, jagung, alkohol, dan lain-lain.

Inilah yang jadi alasan kenapa logam mulia sering dipilih sebagai mata uang komoditas. Logam tahan lama, meski harus disimpan dengan cara yang tepat. Jika tidak, emas dan perak pun bisa bernoda dan mengalami devaluasi.

  1. Kualitas Fisik Bervariasi

Meskipun jenis uang komoditasnya sama, tapi kualitasnya bisa saja berbeda. Misalnya kualitas gandum dari kebun si A jauh lebih baik dari kebun si B. Tapi sulit untuk menetapkan nilainya karena keduanya sama-sama gandum.

Pernah terjadi di Inggris pada abad ke-18, kuda dianggap sebagai uang komoditas berharga. Banyak orang membayar hutang dengan kuda, tapi mereka menggunakan kuda sakit yang tentunya sebenarnya nilainya lebih rendah dibandingkan dengan kuda sehat.

  1. Pertumbuhan Ekonomi Lebih Lambat

Uang komoditas tidak bisa muncul begitu saja, melainkan butuh sumber daya fisik. Karen aitu, uang komoditas butuh waktu untuk tumbuh. Karena itu, sistem ekonomi yang berbasis komoditas pertumbuhannya relatif lebih lambat dibandingkan sistem ekonomi yang berbasis uang fiat.

Apa Itu Uang Fiat?

Uang fiat adalah mata uang yang dikeluarkan dan diresmikan oleh pemerintah. Uang fiat tidak membutuhkan dukungan komoditas fisik seperti emas atau perak. Nilai yang dikeluarkan pemerintah adalah pendukungnya.

Contohnya adalah uang kertas. Bahan dasarnya, kertas, sebelum diberi nilai tentu tidak terlalu berharga. Tetapi setelah diberi nilai oleh pemerintah, maka selembar kertas tersebut jadi sangat berharga.

Pada dasarnya, mata uang kertas yang bisa dijumpai saat ini adalah contoh dari uang fiat. Baik itu Dolar , Euro, Won, Yen, Ringgit, Rupiah, dan lain-lain.

Sejarah Uang Fiat

Bukti adanya bentuk uang fiat yang pertama kali ditemukan berasal dari abad ke-12 di China. Ini adalah masa ketika pemerintah wilayah tersebut melakukan praktik monopoli untuk produksi kertas. Beberapa mata uang ini secara teknis terbuat dari logam mulia. Tapi dalam praktiknya tidak diizinkan untuk dikonversi. Karena itu, mata uang ini termasuk ke dalam uang fiat, bukan uang komoditas.

Dalam kunjungannya ke China, Marco Polo bahkan pernah berkomentar tentang mata uang ini. Marco Polo merasa aneh bahwa pemerintah China bisa membuat sesuatu yang dianggap berharga. Bahkan diperlakukan seperti mata uang ini terbuat dari emas atau perak murni.

Di Eropa, contoh uang fiat pertama yang ditemukan berasal dari Spanyol. Uang fiat ini digunakan di abad ke-15. Selanjutnya uang fiat juga ditemukan di Prancis pada abad ke-16. Mata uang fiat awalnya bentuknya tidak seperti sekarang. Misalnya ada yang berbentuk kartu dan bahkan korek api. Uang fiat di Amerika pertama kali dibuat pada masa Perang Saudara.

Kelebihan Uang Fiat

Uang fiat yang dikeluarkan oleh pemerintah, tentu memiliki banyak kelebihan. Terutama pada beberapa hal, misalnya saja:

  1. Lebih Stabil

Uang fiat dikontrol oleh pemerintah, karena itu nilainya lebih stabil. Tetapi pemerintah harus mengontrol uang dengan baik agar tidak terjadi inflasi. Jika kekuasaan pemerintah digunakan dengan baik, sistem ekonomi berbasis uang fiat cenderung lebih bisa bertahan dan stabil di saat krisis.

  1. Lebih Cepat Tumbuh

Dalam sistem ekonomi berbasis uang fiat, pemerintah dapat meningkatkan persediaan uang dengan cara mencetak uang lebih banyak. Ini dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Dalam produksi dan distribusi uang, pemerintah juga tetap harus berhati-hati agar kondisi keuangan negara tetap baik.

Kekurangan Uang Fiat

Meski terdengar sempurna, bukan berarti uang fiat tidak ada kekurangnya. Kekurangan uang fiat antara lain adalah:

  1. Adanya Inflasi

Karena pemerintah bisa memutuskan kapan saja mereka mencetak uang, maka uang fiat lebih rentan terdampak inflasi. Pola ini dapat terlihat secara universal di negara yang menggunakan mata uang fiat. Negara yang mencetak uang terlalu banyak akan mengarah pada inflasi.

  1. Nilai Uang Sangat Bergantung pada Pemerintah

Ingatlah bahwa uang fiat hanya punya nilai karena pemerintah yang menetapkannya. Tanpa itu, uang kertas misalnya hanyalah selembar kertas. Karena itu, nilai mata uang fiat sangat bergantung pada stabilitas pemerintah. Jika pemerintah sedang goyah, nilai uang fiat bisa turun secara drastis.

Perilaku pemerintah sangat berpengaruh pada nilai mata uang. Jika pemerintahan dipegang oleh pihak yang bertanggung jawab, maka ekonomi pun aman. Tapi jika terjadi disfungsi pada pemerintah, apa pun bentuknya, ini akan langsung berpengaruh pada nilai mata uang dan kondisi ekonomi rakyat.

Ide Berinvestasi dengan Uang Fiat dan Uang Komoditas

Di masa kini, uang fiat tetap akan berharga nilainya karena di belahan dunia mana pun orang menggunakannya saat bertransaksi. Karena itu, memiliki uang fiat adalah mutlak setidaknya untuk saat ini. Dengan begitu, orang bisa bertransaksi dengan lebih mudah di mana pun mereka berada. Uang fiat juga lebih praktis dibawa dan ditukar.

Sementara untuk investasi jangka panjang, banyak yang menganjurkan berinvestasi pada uang komoditas. Emas adalah pilihan yang paling populer dibanding dengan beberapa jenis uang komoditas lainya. Nilai emas yang stabil akan sangat membantu di masa depan. Apa pun kondisi ekonominya, inflasi atau stabil, tabungan emas akan tetap memiliki nilai dan berguna bagi pemiliknya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan uang fiat dan uang komoditas, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Accounting vs Finance
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Definisi Money Illusion atau Ilusi Uang
5 Tips Menggadaikan Motor untuk Mendapat Uang Secara Cepat
Cara Transfer Uang dari Kartu Kredit ke Rekening
Perbedaan Fixed VS Growth Mindset
Tips Ibu Rumah Tangga Jepang dalam Menyimpan Uang
Apa Perbedaan NPF (Non Performing Financing) vs NPL (Non Performing Loan)
Perbedaan Opportunity Cost vs Real Cost
Perbedaan Organisasi Non Profit Dengan Organisasi Profit


Bagikan Ke Teman Anda